Langsung ke konten utama

Si Bibir Merah

Dari bibir merah mengepul asap
Sementara jarijemari lincah bermain batang rokok
Serasa angan membumbung bagai asap yang kini menyebar
Dengan manja kedua pahanya disilangkan
Mungkin menghalau mata lelaki yang liar
D'eyeko lentik menghiasi kelopak matanya yang sembab
Ada kisah sedih melanda pandangan mata kosong itu
Seperti pandangan TKW yang tertipu
Wajah pucat makeup tebal bagai lukisan cat air yang belum kering
Sebatang rokok penenang penyelimut jiwa
Membungkusnya dlm pakaian ketat
Kedua bola mata memerah, ada sungai kecil disudutnya
Lahar maskara pun menggelinding
Si bibir merah hanya berkatakata di udara
Selebihnya kabut asap menghapus dukaluka di malam hening itu.
(Si Bibir Merah, 10 Maret 2014)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

msh yg dl

dan tibalah dpersimpangan antara rindu terkoyak jua mati rasa pdmu bila lampu menghijau pastikan tergilas waktu hilang nyawa djalanmu slamatkan aku dlm arus tak pasti apakah kembalikan waktu atw terhapus dlm sejarah (masih yg dulu, 16 feb 2012)

Kita dan (*)

Kini kita bersantai di bawah biduk bintang Senyummu menunjuk ke langit Sedang aku bersandar di batu beku Anganmu menerawang hingga batas cakrawala Aku masih merabaraba sandaran batu Telunjukmu menarinari di bintang terang Dan aku lagilagi mengeluh sandaran batu ini "Aku ingin terbang ke bintang" katamu saat itu "......" Aku terperanjat segores luka membujur di punggung Akupun heran sampai kini kita masih sj bersantai di bawah biduk bintang Dengan cahaya bintang di matamu serta keluhan malam yang takkan pernah pudar. (Kita dan *, 2 Maret 2014)

Hut brimob

Adakah brimob dhatimu? Saat sgala tugas terhampar-membentang Adakah brimob dhatimu? Saat sgala cacian brurai-bercecer Adakah brimob dhatimu? Dikala darah dan keringat adalah taruhannya Masih adakah brimob dihatimu? Jika nyawa hanyalah hal kecil buat bumi pertiwi Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? YAA SLALU ADA...!!! (Dzikril Hakiim, HUT BRIMOB KE-67, 14 Nov 2012)