Aku mendengar alunan lagu seruling bambu
Suaranya merdupilu
Ingatan akan kampung halaman serasa nyata
Namun tak tergapai
Sangat dekat ditelinga namun tak terasa
Begitu bergetar didada namun hampa belaka
Oo siapakah gerangan Dikau
Yang bagai angin surgawi bermain dalam alunan jiwa
Yang datang dan pergi menisik alunan indahnya
Nadanada merdu itu kini bangkitkan cintaku
Kadang resah tak beralasan
Jua rindu yang tak terbendung
Oo siapakah gerangan Dikau
Kurasa Engkau pemilik Cinta dalam merdunya alunan lagu
Memanggilku kembali ke rimba CintaNya
Namun kita takkan bersama dalam dunia yang berbeda
Karena aku hanyalah seruling bambu
Yang kan selalu mencari dalam diriku alunan merdu cintaMu
Dalam tiaptiap bait sabdaMu
(#15, 09 April 2014)
Suaranya merdupilu
Ingatan akan kampung halaman serasa nyata
Namun tak tergapai
Sangat dekat ditelinga namun tak terasa
Begitu bergetar didada namun hampa belaka
Oo siapakah gerangan Dikau
Yang bagai angin surgawi bermain dalam alunan jiwa
Yang datang dan pergi menisik alunan indahnya
Nadanada merdu itu kini bangkitkan cintaku
Kadang resah tak beralasan
Jua rindu yang tak terbendung
Oo siapakah gerangan Dikau
Kurasa Engkau pemilik Cinta dalam merdunya alunan lagu
Memanggilku kembali ke rimba CintaNya
Namun kita takkan bersama dalam dunia yang berbeda
Karena aku hanyalah seruling bambu
Yang kan selalu mencari dalam diriku alunan merdu cintaMu
Dalam tiaptiap bait sabdaMu
(#15, 09 April 2014)
Komentar
Posting Komentar