Langsung ke konten utama

#15

Aku mendengar alunan lagu seruling bambu
Suaranya merdupilu
Ingatan akan kampung halaman serasa nyata
Namun tak tergapai
Sangat dekat ditelinga namun tak terasa
Begitu bergetar didada namun hampa belaka
Oo siapakah gerangan Dikau
Yang bagai angin surgawi bermain dalam alunan jiwa
Yang datang dan pergi menisik alunan indahnya
Nadanada merdu itu kini bangkitkan cintaku
Kadang resah tak beralasan
Jua rindu yang tak terbendung
Oo siapakah gerangan Dikau
Kurasa Engkau pemilik Cinta dalam merdunya alunan lagu
Memanggilku kembali ke rimba CintaNya
Namun kita takkan bersama dalam dunia yang berbeda
Karena aku hanyalah seruling bambu
Yang kan selalu mencari dalam diriku alunan merdu cintaMu
Dalam tiaptiap bait sabdaMu
(#15, 09 April 2014)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

msh yg dl

dan tibalah dpersimpangan antara rindu terkoyak jua mati rasa pdmu bila lampu menghijau pastikan tergilas waktu hilang nyawa djalanmu slamatkan aku dlm arus tak pasti apakah kembalikan waktu atw terhapus dlm sejarah (masih yg dulu, 16 feb 2012)

Kita dan (*)

Kini kita bersantai di bawah biduk bintang Senyummu menunjuk ke langit Sedang aku bersandar di batu beku Anganmu menerawang hingga batas cakrawala Aku masih merabaraba sandaran batu Telunjukmu menarinari di bintang terang Dan aku lagilagi mengeluh sandaran batu ini "Aku ingin terbang ke bintang" katamu saat itu "......" Aku terperanjat segores luka membujur di punggung Akupun heran sampai kini kita masih sj bersantai di bawah biduk bintang Dengan cahaya bintang di matamu serta keluhan malam yang takkan pernah pudar. (Kita dan *, 2 Maret 2014)

Hut brimob

Adakah brimob dhatimu? Saat sgala tugas terhampar-membentang Adakah brimob dhatimu? Saat sgala cacian brurai-bercecer Adakah brimob dhatimu? Dikala darah dan keringat adalah taruhannya Masih adakah brimob dihatimu? Jika nyawa hanyalah hal kecil buat bumi pertiwi Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? YAA SLALU ADA...!!! (Dzikril Hakiim, HUT BRIMOB KE-67, 14 Nov 2012)