Langsung ke konten utama

#20

Aku digiring rasa tak terelakkan
Mulai terjebak pikiranpikiran tak terarah
Sebentar lagi tergelincir dalam jurang belaka
Dalam gelap meraba dinding buta
Dalam ketidaksadaran mencoba menerka jalan yang kini jadi tujuh
Dan untuk kesekian kalinya melepaskan semua
Tuk sekadar berdiam diri
Hanya untuk mendengar nyanyian seruling bambu yang coba Kau mainkan
Di sini
Dalam rangka ini
Dalam penjara Ruh yang aku tersesat dalam labirinnya
Dan tak ada satupun di dunia ini memberi jalan dengan cumacuma tanpa jebakan yang memabukkan
Lalu rinai merdu nadanada CintaMu mempesonaku
Namun sebagaimana aku
Suaramu pun menggema
Membias hingga tak mampuku maknai
Lalu suatu ketika Kau berkata "Teruslah berjalan di jalanKu"
Di mataku jalan didepan nampak tujuh rupa
Lalu Kau berkata "Liatlah dengan mata hatimu"
Akupun hanya meratapi dinding buta
Engkau tak hentinya menuntun "Ini hanyalah fatamorgana"
Namun jurang itu begitu nyata di ujung kaki
Dan ketika ku melangkah, tidak ada yang terjadi
Aku hanya terus melangkah dalam pikiranpikiran tak terarah dan rasa tak terelakkan di labirin jasadku demi terus bersujud di hadapMu.
(#20, 17 April 2014)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

msh yg dl

dan tibalah dpersimpangan antara rindu terkoyak jua mati rasa pdmu bila lampu menghijau pastikan tergilas waktu hilang nyawa djalanmu slamatkan aku dlm arus tak pasti apakah kembalikan waktu atw terhapus dlm sejarah (masih yg dulu, 16 feb 2012)

Kita dan (*)

Kini kita bersantai di bawah biduk bintang Senyummu menunjuk ke langit Sedang aku bersandar di batu beku Anganmu menerawang hingga batas cakrawala Aku masih merabaraba sandaran batu Telunjukmu menarinari di bintang terang Dan aku lagilagi mengeluh sandaran batu ini "Aku ingin terbang ke bintang" katamu saat itu "......" Aku terperanjat segores luka membujur di punggung Akupun heran sampai kini kita masih sj bersantai di bawah biduk bintang Dengan cahaya bintang di matamu serta keluhan malam yang takkan pernah pudar. (Kita dan *, 2 Maret 2014)

Hut brimob

Adakah brimob dhatimu? Saat sgala tugas terhampar-membentang Adakah brimob dhatimu? Saat sgala cacian brurai-bercecer Adakah brimob dhatimu? Dikala darah dan keringat adalah taruhannya Masih adakah brimob dihatimu? Jika nyawa hanyalah hal kecil buat bumi pertiwi Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? YAA SLALU ADA...!!! (Dzikril Hakiim, HUT BRIMOB KE-67, 14 Nov 2012)