Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

REVOLUSI MENTAL?

Bagian mana yang perlu diubah dan bagian mana yang telah diubah? Apakah sistem atau tabiat orang perorangnya? Orang Indonesia sangat pandai mengupgrade satu kata menjadi kata baru yang bisa diterima, tapi rasanya tetap sama. Seperti jika hari lebaran tiba, toples bermacam rupa dengan kue beragam bentuk dan warna, namun semuanya berjudul kue kering yang terbuat dari tepung dan mentega. Di kantor-kantor banyak dielu-elukan isu revolusi mental. Dan tetap banyak pula penyimpangan yang terlihat. Meski tak mau disebut korupsi, namun tetap saja mengambil sesuatu yang bukan haknya atas nama ini dan itu. Berurusan dengan birokrasi hari gini jangan kaget. Jika tak punya jaringan dan kantong yang tebal jangan harap urusan bisa beres tepat waktu. Cuma jadi bola tenis mantul dari meja ke meja dan akhirnya nambrak tembok. Sepertinya kemajuan zaman telah berhasil mendidik orang-orang malas menjadi lebih pandai dan hidup nyaman. Jika malas masuk kantor atau terlambat karena antar anak-istri, cukup...

TRAGEDI BAMBANG

Suara handphone yang berdering beberapa detik membuyarkan konsentrasi pada layar monitor. Kulirik sejenak alat komunikasi di sana, nama "Sujoko" tertera di layar minta segera di angkat. "Ya, hallo, waalaikum salam, iya napa Ko", sapaku pada teman selorong di ujung sana. "Sudah dengar belum bro, Bambang masuk rumah sakit semalam", kata Joko "Oh ya? Sakit apa emangnya, kemarin masih ada keliaran di lorong!" "Iya, baru semalam masuk" "Rs mana Ko, biar ntar saya jenguk" "Coba cek Puskesmas Anawai, ruang perawatan" "Sip, makasih infonya", balasku ".......", sambungan terputus.                              ### Istirahat makan siang kusempatkan datang di Puskesmas yang terdekat dari Kantor. Puskesmas Lepo-Lepo menyambutku di halamannya yang luas. Keadaan di sana sepi nan lenggang. Jika kita menatap langit hanya ada beberapa burung di sana dan bun...

Kemerdekaan Yang Ada Di Kepala Mu

Banyak kata yang berterbangan seiring hari kemerdekaan RI ke-70, terdengar ironis-miris. Terkadang menyayat, mengiris sembilu, hingga tak kuasa menahan desak-sesak. Kata-kata itu bagai anak panah, kecil tapi runcing-gemerincing di rasa. Mengusik nestapa jauh dari asa masa depan. Namun kemerdekaan bagaimanakah sebenarnya tercoreng di kepalamu yang besarnya hanya beberapa centimeter itu. Apakah kemerdekaan menurut suami yang sering dijajah oleh istri mudahnya. Apakah sama kemerdekaan yang dituntut oleh anak-anaknya yang diberlakukan jam malam. Kemerdekaan apa pula yang telah dirancang oleh para pemimpin kita. Hingga sebagian besar harta kekayaan negara dijajah oleh mereka yang lebih cerdik. Yaa, kalian benar kita baru merdeka sepersekian persen yang ditandai dengan proklamasi. Dan selebihnya kita hidup dalam jajahan Orang-orang tertentu di negara ini. Anak-anak terlantar di pinggir jalan, segala jenis gepeng, janda-janda tua, kaum papa dan sebagainya yang sampai kini masih saja di ...

Sesuatu Yang Berhubungan Dengan Uang

Sudah jadi hal yang biasa jika pekerjaan kita selesai tepat waktu. Dan sdh hal yang biasa kalo di setiap kerjaan ada uang pelicin. Yaaa, mirip-mirip oli, biar mesin lancar jalannya. Yang tidak biasa hal ini kini menjadi semacam keharusan. Sudah jadi budaya yang tak terbantahkan. Hukum adat suatu kantor. Jika tidak diberi pelicin jangan harap pekerjaan selesai, atau selesai tidak tepat waktu. Sekarang dibagian mana yang salah dari sistem ini. Apakah pemberi atau penerima. Kita runut dari awal. Pertama; si calon pemberi karena telah dibantu sebagai tanda terima kasih, maka ia memberi salam tempel. Jelas ini sudah salah dari awal, kita garis bawahi membiasakan hal yang dianggap benar tapi salah (itu gratifikasi). Kedua, si calon penerima, karena sudah membantu merasa punya hak, maka ia terima dengan senang hati. Dan ini juga salah, karena tugasnya memang demikian, menciptakan harapan di sana. Sampai di sini kita lihat, sdh ada dua kesalahan. Namun, kasus di atas layaknya hubungan di lu...