Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

PENGAKUAN KORBAN MALPRAKTEK

PENGAKUAN KORBAN MALPRAKTEK    Siang itu si Astra, seorang pegawai kantoran di salah satu instansi pemerintah merasa paling sibuk dan sakit sedunia. Pagi-pagi buta ia telah meninggalkan rumah. Melepaskan diri dari belai hangat selimut hidupnya, istri tercintanya. Demi mengendarai tunggangan liarnya, istri keduanya. Si H*nda butut warisan satu-satu dari bapaknya. Tak penting menyebut umur pakai benda itu. Mendengar pengakuan orang tua Astra kita sudah bisa tebak berapa lama kendaraan itu ada.    "Tra, bapa tidak bisa memberi apa-apa buat kamu. Hanya inilah yang bapa punya," kata bapak sambil menunjuk dengan dagu pada seonggok besi tua.    Astra cuma bisa tersenyum saat itu, "terima kasih Pak. Tapi berapa sih, umur motor ini?" tanyanya kemudian.    "Lebih tua darimu, dia itu kakak kamu!"    Si anak cuma tertawa menelan lelucon lelaki tua itu.    Setelah lelah berkeliling di beberapa instansi demi sebuah urusan pekerjaan. Ki...

MEMUASKAN NAFSU DENGAN CARA YANG HALAL

MEMUASKAN NAFSU DENGAN CARA YANG HALAL    Terkadang hidup sendiri membuat kita selalu berpikiran yang tidak-tidak. Apalagi semakin kita mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa, godaan setan semakin menggiurkan. Namun kali ini saya akan membagi tips dan trik yang mujarab. Mengatasi nafsu setan yang selama ini menjelajahi otak kaum adam atau bahkan kaum hawa sekalipun. Tak perlu takut akan dosa karena ini tidak melanggar suatu aturan tertentu. Norma moral atau agama yang kini mulai dirongrong oleh perilaku menyimpang.    Cara ini sudah lama saya terapkan dalam kehidupan saya, hingga kejadian yang memgenaskan menimpa rumah tangga kami. Saya ayah dari lima orang anak yang masih kecil-kecil, berumur dua puluh delapan tahun. Yah, umur yang masih sangat mudah untuk ditinggal istri, karena alasan nafsu saya yang besar. Alasan yang tak masuk akal bukan? Tapi menurut istri saya hal ini luar biasa. Bisa dikatakan maniak. Ia tidak tahan menghadapi kenyataan pahit itu dan memutus...

MENCUCI CUKUP DENGAN SATU JARI

MENCUCI CUKUP DENGAN SATU JARI    Akhir pekan adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh semua orang. Baik tua, muda, kaya miskin, cantik bahkan yang berwajah sederhana sekalipun. Misalnya di hari sabtu atau minggu kadang mereka mengusung semboyan "Hari Mencuci Nasional (baca: HMN)", namun setelah anda membaca tulisan ini, hal itu menjadi suatu hal yang tabu jika anda masih berpikir seperti itu.    Hari libur akan menjadi hari libur tanpa embel-embel HMN, tanpa disibukkan tentang sabun pewangi atau cara menakar sesuai petunjuk di balik kemasan, tebal tipisnya pakaian, cucian luntur vs pakaian putih dan sebagainya dan sebagainya. Tinggalkan cara lama dan beralih ke cara ini. Cara jitu yang semua orang bisa gunakan. Orang dewasa hingga anak kecil sekalipun.    Mungkin dalam benak anda berkata, "ini TIDAK mungkin!" Tapi saya sudah menggunakannya beberapa kali dan terbukti berhasil.       Ingat, ini tidak menggunakan alat tertentu hanya meng...

KISAH GADIS BELIA PENJAJA KENIKMATAN DARI KALIJODO

KISAH GADIS BELIA PENJAJA KENIKMATAN DARI KALIJODO    Inilah sekelumit kisah yang sangat mengharukan dari seorang gadis kecil di Kalijodo. Bocah yang harus menyambung nyawa di antara kejamnya kenyataan hidup dan nikmatnya surga dunia. Surga yang sebentar lagi akan menjadi neraka karena kabarnya kegiatan prostitusi di daerah itu akan segera direlokasi oleh pemerintah daerah setempat. Setidaknya itu yang terbaca dipikiran masyarakat tertentu di tempat itu.    Di usia yang masih sangat muda, gadis ini harus menghidupi seorang ibu yang sakit-sakitan dan seorang adik yang masih balita. Sebut saja 'R', anak berusia dua belas tahun ini harus berjuang seorang diri. Tanpa bantuan dari siapa-siapa.    Seperti hari-hari kemarin, hari ini setelah pulang sekolah R menjalani rutinitas yang tak biasa selayak anak seusianya. Baju merah tak berlengan tampak ketat di tubuhnya yang sudah nampak dewasa. Membuat buah dadanya nampak berisi dan kencang. Celana pendek itu pun s...

LELAKI MISTERIUS DI SALON SARINA

LELAKI MISTERIUS DI SALON SARINA   Sore itu mendung menggantung seperti ribuan kelelawar keluar dari sarangnya. Berputar, bergulung, namun tak jua hendak menjatuhkan segenap air dari kelamnya.    Sepeda motor tua yang setiap hari menemani untuk menjelajahi sudut kota hingga pelosok desa, kali ini gentar. Meski pengendaranya tampak berani menantang badai bahkan penjahat atau teroris sekalipun. Tapi tidak dengan roda dua itu. Bunyinya sudah kacau, batuk menahun yang tak kunjung sembuh, mungkin karena mesin tua di dalamnya sudah rapuh dan ringkih menjalani hidupnya. Sedikit genangan air di ujung jalan pasti mogok, sedikit asam urat dan kolesterol ala kendaraan peot.    Kutepikan sang kuda besi itu tepat di depan salon Sarina. Bukannya mau cukur rambut, namun jika melihat badai awan dan angin yang gelisah di atas sana, sedikit merapikan brewok tipis ini sepertinya tidak masalah.    Tanpa menunggu lama tubuh ini pun kuselipkan ke dalam salon melalui pin...

DRAMA INI HANYA ADA DI INDONESIA

DRAMA INI HANYA ADA DI INDONESIA    Pagi, 06.45, telah selesai berkemas-kemas hendak ke kantor. Pakaian sudah rapi, tas laptop, sepatu, jaket, helm, semua pada tempat yang semestinya. Apel pagi 07.00, perjalanan memakan waktu sekitar lima belas menit, jadi menurut catatan kasar saya seharusnya tiba tepat waktu.    Setelah semua sudah siap, jempol kanan sedetik lagi hendak memencet tombol star pada stir motor, alat komunikasi super canggih itupun berdering tak ingin ditunda hingga sampai di tempat tujuan.    "Hallo Mas, ...."    "Iya, mau nanya. Pulsa listrik yang kemarin belum sempat saya kirim!" Suara bass dari ujung telpon terdengar akrab, ia teman kantor sekaligus pebisnis pulsa listrik.    Loh! Mau bertanya, kok beri info. Dasar orang Indonesia, eh oknum orang Indonesia, hehehe.    "Enda papa Mas, kapan aja boleh," balas saya sehalus mungkin, agar tidak terbaca rasa kecewa di sana.    "Saya kirim sekarang y...

GARA-GARA LGBT RUMAH TANGGAKU HANCUR

GARA-GARA LGBT RUMAH TANGGAKU HANCUR    Aku seorang ibu rumah tangga yang tersakiti. Ditinggal oleh seorang suami, kekasih hati yang baik hati, awalnya. Ia pergi tanpa sempat berucap selamat tinggal meski itu melalui kerlingan matanya.    Inilah kisahku, penuh duri tak ada yang peduli. Sebut saja namaku Melati, usia 30 tahun. Akan merintih di ujung matamu beberapa menit ke depan layaknya burung yang terluka, agar kau tahu betapa perihnya hati ini dicampakkan.    Kisah ini berawal pada suatu malam panas di sudut sebuah kota yang telah lama ditinggal oleh peradaban negeri. Tempat itu terkesan kumuh dan tak terawat. Namun, masih jua berderet belasan kafe pinggir jalan. Di salah satunyalah kami bersua.    Aku bekerja sebagai penari malam. Tema malam itu adalah broadway. Sejumlah penari bergoyang menampakkan bulu burung warna-warni di kepalanya. Serta puluhan permata tiruan berjejer di leher hingga ke dada, celana minim hanya menutup ala kadarnya. ...