SEORANG BAYI "Bayiiiii, bayiiiii,..!!!" Teriak Banu di tengah malam buta. Malam yang hening tiba-tiba ramai oleh suaranya yang kacau. Dalam posisi setengah duduk Banu bersikeras menunjuk ke lantai. Membangunkan Enya dari tidurnya yang pulas. Dalam suasana panik dan remang itu Enya berusaha menguasai situasi. Di ruang kamar 3x5 meter rumah BTN itu Enya berjibaku seorang diri melawan kepanikan suami yang telah dinikahinya dua bulan lalu. Perkawinan mereka pun tanpa proses pacaran, putus, nyambung seperti drama Korea yang penuh haru biru atau penuh trik dan intrik layaknya sinetron Indonesia. Mereka nikah atas dasar agama, ta'aruf. Yah, mereka dipertemukan, oleh Allah melalui kakak Enya yang saling kenal-mengenal dengan si Banu yang ternyata duda beranak satu. Enya sebelumnya tidak tahu menahu perihal lelaki yang kini histeris di sampingnya, hingga ditanggal 15 Juli hampir dua bulan yang lalu mereka resmi jadi suami-istri. Tapi tetap saja lelaki yang ia kenal belum genap...