PENJEBAKAN 'Sayangku, sebelum kujawab suratmu yang kemarin dan mengatakan kabarku saat ini, ada baiknya engkau membaca ceritaku kali ini. Setelah itu barulah dengan bijak engkau menilai aku-suamimu ini-seperti apa sekarang. Mungkin itu juga akan menjawab kabarku saat ini.' *** Begitulah paragraf pembuka sebuah surat yang sempat kubaca suatu ketika. Saat itu aku sedang duduk suntuk sendiri pada sebuah pos jaga, tanggal 28 Maret 2017. Ditemani dua buah cangkir besar bertelinga putih, di dalamnya terlihat kopi-susu berwarna cokelat. Saat itu hari raya Nyepi dan suasana begitu sepi. Kendaraan di jalanan meski ada beberapa, namun hanya menunjukkan wajah-wajah di dalamnya yang akan berlibur bukan untuk bekerja. Tanpa mereka berbicara sedikit pun, suasana saat itu seakan-akan meneriakkan kata 'hari libur' begitu nyaring dalam diam. Dalam pikiranku, ini hanya sepucuk surat biasa, sebuah surat seseorang kepada istrinya. Sehingga ada keengganan untuk melanjutkan ke paragraf s...