PERJUANGAN HEROIK DI TANAH KABAENA "Aaarrgghhkkk ...!" Sebuah pekikan tertahan di ujung bibir. Wajah berpeluh keringat menahan sakit. Saat peluru panas bersarang di dada. Agen Polisi Tingkat Dua Prasetyo Wijoyo Kusumo meradang. Hujan peluru beberapa saat telah berhasil menumbangkan tubuhnya yang tegap. Ia tertembak dan sebuah luka menganga. Meneteskan darah segar. Dalam usahanya menarik napas, dunianya kini hanya fatamorgana. Dentuman gema masih samar terdengar. Teriakan dan khayalan berganti berkelebat. "Tiaraaaap ...!" Masih terngiang teriakan Danru Saing sedetik sebelum tertembak. Namun sudah terlambat. Kali ini tubuh itu kini benar-benar ambruk. Menghantam tanah kering. Darah membanjiri seragam loreng Mobrig KNILnya. "Mas Pras, hati-hati ya!" Suara terakhir dari istri tercinta masih berkelebat. Berganti dengan perih, sakit serta jeritan di medan perang yang tak kenal ampun. ...