Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

PERJUANGAN HEROIK DI TANAH KABAENA

PERJUANGAN HEROIK DI TANAH KABAENA "Aaarrgghhkkk ...!"    Sebuah pekikan tertahan di ujung bibir. Wajah berpeluh keringat menahan sakit. Saat peluru panas bersarang di dada.    Agen Polisi Tingkat Dua Prasetyo Wijoyo Kusumo meradang. Hujan peluru beberapa saat telah berhasil menumbangkan tubuhnya yang tegap. Ia tertembak dan sebuah luka menganga. Meneteskan darah segar.    Dalam usahanya menarik napas, dunianya kini hanya fatamorgana. Dentuman gema masih samar terdengar. Teriakan dan khayalan berganti berkelebat.    "Tiaraaaap ...!"    Masih terngiang teriakan Danru Saing sedetik sebelum tertembak. Namun sudah terlambat. Kali ini tubuh itu kini benar-benar ambruk. Menghantam tanah kering. Darah membanjiri seragam loreng Mobrig KNILnya.    "Mas Pras, hati-hati ya!"    Suara terakhir dari istri tercinta masih berkelebat. Berganti dengan perih, sakit serta jeritan di medan perang yang tak kenal ampun.  ...

GARA-GARA BANG IPUL

GARA-GARA BANG IPUL    Hari itu Marissa galau berat. Remaja yang kini beranjak dua puluh tahunan itu menjadi bahan gunjingan ibu-ibu sekomplek. Nama Marissa tiba-tiba mencuat, seiring Bang Ipul tak lagi berada di salah satu stasiun TV nasional. Loh? Hubungan apa gerangan antara Marissa dan Bang Ipul? Inilah yang membuat sel-sel kecil dalam otak kelabuku bertanya-tanya.    Untuk mencari tahu kebenaran kabar yang tidak jelas di mana titik apinya, sementara asap sudah mulai merebak. Akhirnya saya putuskan untuk mengorek, mengais dan menelusuri kejadian yang sebenarnya.    Setelah mondar-mandir kayak bajaj bangkotan beberapa kali di komplek akhirnya berita demi berita terkuak sedikit demi sedikit.    Siang itu sama seperti hari yang biasanya. Komplek lenggang sekaligus  lengang. Ibu-ibu yang biasanya istirahat kali ini waspada satu (baca: waspada tingkat tinggi). Seumpama pihak kepolisian siaga dalam menghadapi teroris. Maka mereka mengendap-...