Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Menguak Kesabaran

Mungkin harus sabar Seperti awan hitam yang berangsur hilang diusir cuaca cerah Seperti bunga mangga hingga berubah jadi buah Atau mungkin lambaian nyiur di atas sana menunggu buah daunnya berjatuhan satu satu Dan mungkin sesabar lantai yang rindu di sapu oleh debu yang kian nebal Namun tak ada kalah sabar bunga lidah mertua yang tegak berdiri di atas bejana gersang Ia hanya diam beku dan kaku hingga hujan datang menyiram kemarau Tak ada sesabar rumah ini ditungguinya pula sang pemilik tanpa pernah berkeluh Meski sepi membanjiri ruang, hening bagai kubur dan gelap penuh misteri Sesabar apa pula rumput yang kini subur di pot menunggu tangan-tangan gemas mencabutnya Atau selang air yang meringkuk lemas menunggu untuk dialiri dingin di tubuhnya Kesabaran macam apa pula yang ini merasuki mesin air hingga kini tak memancarkan air segar Aku meraba-raba jenis kesabaran yang bersanding dalam teras ini Semuanya masih sabar menanti sesuatu dan akupun bertanya apakah aku bisa bersaba...

Gelisah (jiwa petualang)

Bagi jiwa gelisah Rindu akan kedamaian jalan panjang Hari ini kita tuntaskan Segenap daya dan rasa Pada Dia Yang Maha Berpetualang Bagi jiwa berontak Kembali meniti jejak kaki yang dulu lama pergi Kini menantang balik pada wajah kita yang tertidur Bagi rasa yang tak mungkin terpuaskan Datang bagai angin sepoi meniup semangat jua belum padam Mendorong badan maju ke depan ke harapan panjang dan meletihkan Namun itu yang kita nanti, kita susuri jejaknya Hingga apa yang tercari ditemukan pada gunung-gunung terjal, sungai yang tak berujung, hutan penuh sesat, laut yang tak kunjung berubah, bahkan hati yang tak terukur puasnya Bagi jiwa dahaga segeralah berkemas pada gelas-gelas bergegas Agar kenyang cinta pada bumi yang sejak dulu kita pijak Agar sadar diri kita bukan apa-apa dibawah terik tatapanNya Kita hanyalah inai-inai bertebaran Menunggu kiamat hari ini dengan kaki dan tangan yang berpijak pada bumi seraya beribadah pada Dia Yang Maha Tinggi Bergegas, berkemas, seman...

Gelisah

Burung dara terbang ditingkap Mata berusaha menangkap Bebas tanpa noda nyelinap Mengepak di ujung sayap Dosa menggunung Dada pun sesak Ketika di kaki gunung Rindu mendesak Kembali menatap diri Di sini puncak Kesalahan berdiri Tatap gemercak Raung kan serpi Merayap gemeletak Oh burung darah Terasa hampa Terbang  kembara Terhimpit dosa Bawalah serta Bila sayap Jiwa resah Mengepak Langit biru di sana Bulu halus mengangkasa Gelisah terbang Dada terkembang Penuh sesak Dosa mendesak

Pengendara Malam

Angin bagiku bagai pelukan si gadis binal Merinding senti demi senti jejak tubuh yang nakal Ku biarkan gigil menancapkan taringnya dikulit yang bersih Menjalari segenap raga dengan jilatan terkasih Hampir-hampir nafas beku oleh nafsu malam Detak jantung menderu kencang oleh terpaan dingin Memburu dalam sesak nikmat angin Lihatlah ku lupa sadar, oleh gelora hawa yang semakin kalap Hingga teriak menembus gelap Di udara beterbangan segenap nafas Embun putih berlabuh layaknya kapas Lalu hilang hampa entah kemana Meninggalkan cinta jejaka pertama Wahai deru angin yang kini berseliweran Menebas desing bulu kembaran Lumatkanlah raga ini di bawah denyut nafsumu Namun sisakan pula nikmat hangat birahimu Hingga malam esok kita ulangi lagi percintaan kita yang ganas Antara angin yang binal dan jasad yang melintas Agar kita abadi dalam nikmat cinta Abadi akan gelora malam yang tercipta Antara yang terbang Yang kini mengembang Antara angin beku Yang kini merengkuh Mengejang...

Kebersihan Sebagian Dari Iman?

Hari lebaran telah tiba, semua bersuka cita menyambutnya. Ketika matahari belum benar-benar naik di langit ketika itu umat muslim memadati daerah yang telah ditentukan untuk melaksanakan shalat ied. Jalan-jalan lenggang, hanya dipadati pejalan kaki dan sesekali mobil dan motor pribadi. Saf-Saf dibuat ditempat tertentu, di sekitar mesjid, tanah lapang bahkan Jalan-jalan protokol yang dikhususkan sebagai tempat salat. Saf-Saf tersebut seketika saja merubah wajah jalan atau tanah lapang menjadi garis garis sejajar menghadap mimbar dadakan yang tiba-tiba berdiri secara ajaib sudah ada sejak malam atau subuh hari di hari yang fitri ini. Kaki-kaki penuh kebahagiaan pun berjalan menuju Saf-Saf yang bermimbar ajaib, mengisi deretan panjang yang telah disediakan. Ketika mentari mulai bersinar terang salat pun berlalu di akhiri khotbah dari para pengkhotbah yang entah berapa lembar kertas yang telah disediakan guna mengisi acara sesi terakhir dari salat ied tersebut. Dan matahari yang mula...

Maling Imut dan Unyu-Unyu

Mudik lebaran ? Ini tips dari Cak Lontong, usahakan rumah terkunci dan diri anda berada di luar rumah, bawa pakaian seperlunya karena ini judulnya mudik bukan minggat, bawa barang bawaan yang tdk merepotkan di perjalanan, seperti kulkas, kursi, meja, itu tidak penting, jangan menerima air atau makanan dari orang asing selama di perjalanan, bila perlu minta mentahnya saja, dan yang menggunakan pesawat dan kapal laut jangan sekali-sekali turun di tengah jalan dan yang terakhir dan yang paling penting jika anda mudik pastikan anda memiliki kampung halaman. Hahaha, tips yang segar dan lucu. Namun kelucuan itu akan segera sirna jika anda pulang dari mudik dan mendapatkan rumah dalam keadaan kosong, semua telah di jarah oleh tangan-tangan jahil. Beberapa bulan ini keadaan di Kota Kendari seakan mengalami kisah misteri yang terus berseri. Pencurian di beberapa rumah yang berpenghuni maupun yang tidak berpenghuni, yang tertidur ataupun yang meninggalkan rumah untuk kerja. Jadi ingat kata-k...