Langsung ke konten utama

Gelisah

Burung dara terbang ditingkap
Mata berusaha menangkap
Bebas tanpa noda nyelinap
Mengepak di ujung sayap

Dosa menggunung
Dada pun sesak
Ketika di kaki gunung
Rindu mendesak
Kembali menatap diri
Di sini puncak
Kesalahan berdiri
Tatap gemercak
Raung kan serpi
Merayap gemeletak

Oh burung darah
Terasa hampa
Terbang  kembara
Terhimpit dosa
Bawalah serta
Bila sayap
Jiwa resah
Mengepak

Langit biru di sana
Bulu halus mengangkasa
Gelisah terbang
Dada terkembang
Penuh sesak
Dosa mendesak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

msh yg dl

dan tibalah dpersimpangan antara rindu terkoyak jua mati rasa pdmu bila lampu menghijau pastikan tergilas waktu hilang nyawa djalanmu slamatkan aku dlm arus tak pasti apakah kembalikan waktu atw terhapus dlm sejarah (masih yg dulu, 16 feb 2012)

Kita dan (*)

Kini kita bersantai di bawah biduk bintang Senyummu menunjuk ke langit Sedang aku bersandar di batu beku Anganmu menerawang hingga batas cakrawala Aku masih merabaraba sandaran batu Telunjukmu menarinari di bintang terang Dan aku lagilagi mengeluh sandaran batu ini "Aku ingin terbang ke bintang" katamu saat itu "......" Aku terperanjat segores luka membujur di punggung Akupun heran sampai kini kita masih sj bersantai di bawah biduk bintang Dengan cahaya bintang di matamu serta keluhan malam yang takkan pernah pudar. (Kita dan *, 2 Maret 2014)

Hut brimob

Adakah brimob dhatimu? Saat sgala tugas terhampar-membentang Adakah brimob dhatimu? Saat sgala cacian brurai-bercecer Adakah brimob dhatimu? Dikala darah dan keringat adalah taruhannya Masih adakah brimob dihatimu? Jika nyawa hanyalah hal kecil buat bumi pertiwi Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? YAA SLALU ADA...!!! (Dzikril Hakiim, HUT BRIMOB KE-67, 14 Nov 2012)