Mungkin harus sabar
Seperti awan hitam yang berangsur hilang diusir cuaca cerah
Seperti bunga mangga hingga berubah jadi buah
Atau mungkin lambaian nyiur di atas sana menunggu buah daunnya berjatuhan satu satu
Dan mungkin sesabar lantai yang rindu di sapu oleh debu yang kian nebal
Namun tak ada kalah sabar bunga lidah mertua yang tegak berdiri di atas bejana gersang
Ia hanya diam beku dan kaku hingga hujan datang menyiram kemarau
Tak ada sesabar rumah ini ditungguinya pula sang pemilik tanpa pernah berkeluh
Meski sepi membanjiri ruang, hening bagai kubur dan gelap penuh misteri
Sesabar apa pula rumput yang kini subur di pot menunggu tangan-tangan gemas mencabutnya
Atau selang air yang meringkuk lemas menunggu untuk dialiri dingin di tubuhnya
Kesabaran macam apa pula yang ini merasuki mesin air hingga kini tak memancarkan air segar
Aku meraba-raba jenis kesabaran yang bersanding dalam teras ini
Semuanya masih sabar menanti sesuatu dan akupun bertanya apakah aku bisa bersabar
Menanti waktu yang tak pernah jelas bergerak
Sesekali detik bergerak hanya mampu menggerakkan menit yang entah kapan jam itu ikut bergerak
Ingin ku pelajari kesabaran langit yang tiap saat berganti wajah
Agar seirama denyut iklim yang pas akan bumi yang berbeda akalnya
Ingin sesabar angin yang iramanya berganti menderu sesuai lambaian daun dan ranting
Atau cahaya yang selalu pasang surut dari timur ke barat tanpa suatu detik pun berkata "aku letih"
Kesabaran macam apa ini yang terus menerus berjalan di relnya dan tak pernah menyerah pada lelah dan kepayahan
Aku menatap batu dan tanah dan berpikir tentang kesabarannya yang tak mudah, dipijak keluh kesah
Hingga mereka memeluknya pun masih tetap ngeluh
Ah, mungkin sabar itu hanya ada dalam dunia dongeng
Karena sekarang pun mereka hanya berkata sabar
Tapi dibentaknya waktu, ditendangnya resah bahkan bersanding amarah kian membuncah
Sampai kini kesabaran hanya sebagai misteri yang belum mampu terkuak
Karena gua kesabaran sangat panjang dan berkelok, sesekali persimpangan menjadi jawaban ambigu
Arus sungai sabar pun deras dan berujung jurang, kadang kala berakhir dipusaran yang dalam
Hari inipun ku coba berjalan dalam hutan kesabaran dan hasilnya aku tersesat dalam rimba belantara
Suatu waktu kurenangi laut kesabaran dan lagi-lagi tenggelam hingga dasarnya
Coba katakan pada ku kesabaran macam apalagi yang harus terlalui tanpa pernah buatku hilang arah di tengahnya
Jika jawaban itu cukup membuka selubung magis dari kesabaran mungkin kau lah orang yang mampu bersanding pada rembulan dan matahari yang selalu berkata "kami takkan letih dalam bersabar"
Komentar
Posting Komentar