Langsung ke konten utama

Pengendara Malam

Angin bagiku bagai pelukan si gadis binal
Merinding senti demi senti jejak tubuh yang nakal
Ku biarkan gigil menancapkan taringnya dikulit yang bersih
Menjalari segenap raga dengan jilatan terkasih
Hampir-hampir nafas beku oleh nafsu malam
Detak jantung menderu kencang oleh terpaan dingin
Memburu dalam sesak nikmat angin
Lihatlah ku lupa sadar, oleh gelora hawa yang semakin kalap
Hingga teriak menembus gelap
Di udara beterbangan segenap nafas
Embun putih berlabuh layaknya kapas
Lalu hilang hampa entah kemana
Meninggalkan cinta jejaka pertama
Wahai deru angin yang kini berseliweran
Menebas desing bulu kembaran
Lumatkanlah raga ini di bawah denyut nafsumu
Namun sisakan pula nikmat hangat birahimu
Hingga malam esok kita ulangi lagi percintaan kita yang ganas
Antara angin yang binal dan jasad yang melintas
Agar kita abadi dalam nikmat cinta
Abadi akan gelora malam yang tercipta
Antara yang terbang
Yang kini mengembang
Antara angin beku
Yang kini merengkuh
Mengejang ranjang gulita
Merejang angin derita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

msh yg dl

dan tibalah dpersimpangan antara rindu terkoyak jua mati rasa pdmu bila lampu menghijau pastikan tergilas waktu hilang nyawa djalanmu slamatkan aku dlm arus tak pasti apakah kembalikan waktu atw terhapus dlm sejarah (masih yg dulu, 16 feb 2012)

Kita dan (*)

Kini kita bersantai di bawah biduk bintang Senyummu menunjuk ke langit Sedang aku bersandar di batu beku Anganmu menerawang hingga batas cakrawala Aku masih merabaraba sandaran batu Telunjukmu menarinari di bintang terang Dan aku lagilagi mengeluh sandaran batu ini "Aku ingin terbang ke bintang" katamu saat itu "......" Aku terperanjat segores luka membujur di punggung Akupun heran sampai kini kita masih sj bersantai di bawah biduk bintang Dengan cahaya bintang di matamu serta keluhan malam yang takkan pernah pudar. (Kita dan *, 2 Maret 2014)

Hut brimob

Adakah brimob dhatimu? Saat sgala tugas terhampar-membentang Adakah brimob dhatimu? Saat sgala cacian brurai-bercecer Adakah brimob dhatimu? Dikala darah dan keringat adalah taruhannya Masih adakah brimob dihatimu? Jika nyawa hanyalah hal kecil buat bumi pertiwi Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? YAA SLALU ADA...!!! (Dzikril Hakiim, HUT BRIMOB KE-67, 14 Nov 2012)