Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Pemuda di mataku

Apa yang dilakukan seorang pemuda dengan waktu di tangannya Dengan hasrat dipundaknya Serta ambisi dan mimpimimpi di matanya Yah,.. Dia miliki dunia sepenuhnya Dia akan menaklukkan rintangan Dimenangkannya segala cinta di hati Sekali tersenyum maka layulah sang bunga dirumput ilalang Sekali melangkah maka duniapun akan terjelajahi Trus mengapa pula kau tak memamerkan senyum indah itu Busungkanlah dadamu Raihlah indahnya dunia Pancarkan gairahmu Karena matahari kan selalu terbit dimatamu Rembulan kan selalu bersemayam dibibirmu Dan bintang malam kan selalu berkelip indah di hatimu Bukan untukku Tapi buatmu sang pemuda dengan seribu sayap di bahunya Yang siap terbang kemanapun angin membawanya Dan akan pulang saat bulan lelah Dan matahari masih saja mengabarkan kedatangannya Kaulah raja dunia Penguasa siang dan malammalam indah ini Kaulah pangeran dari segala pangeran sukacita Karena kau pemuda Maka nikmatilah (Bt elv, 19 April 2014)

Kelahiran

Saat membuka mata di dunia Saat menangis untuk pertama kali Saat itulah keajaiban Tuhan terulang KeghoibanNya terjadi lagi Kau masih merah Baru beberapa jam keluar dari perut ibumu Dan keistimewaan itu kau lakukan "menangis" Suaramu begitu merdu Tangan dan kaki mungilmu begitu indah Dan kutahu kau baru terpisah dari sang Pencipta Terlepas dari rumpun bambu bersamaNya Demi hidup di dunia Bertemu dengan orang tua barumu Dan sekarang kau diam saat ditetek ibumu Ah, dasar kau anak nakal Kau telah buat semua orang khawatir selama beberapa jam ini Namun Tuhan ini adalah hal yang terindah Sebuah kelahiran dengan segala suka citanya Dengan segala keindahannya Amin (Bt michael, 19 April 2014)

#26

Pilihlah Aku Yang selalu kau sembah Yang selalu kau mintai doa Menghidupkan di saat matimu Bangkitkan ketika runtuhmu Beri hidup dinafasmu Lengkapi darahmu dengan daging Sempurnakan dengan segala hal yang tak pernah terpikirkan Aku sudah memikirkannya buatmu Sebelum kau hadir di bumi ini Sebelum kau mampu berharap dan akhirnya bisa memilih seperti sekarang M      a          k              a Pilihlah Aku Letakkanlah Aku di dadamu Sedang yang lain Cukup letakkan di telapak tanganmu Lalu genggamlah Karena Aku tak mudah jadi pilihan Aku satusatunya Saat hidup dan matimu Aku selalu ada J     a         d              i Aku bukan pilihan buatmu Akulah satusatunya Selalu Aku di hatimu Tem  ...

Maw mati saja

"Mw mati saja" Itu tak ada salahnya Kadang kematian sebuah keputusan yang sangat baik Dan Ketika kita bangkit dari kematian Kadang Hidup terasa beda Seakan ingin menjalani ini dengan lebih baik Dengan segala ketakutan dan ketidakbaikannya Namun Malam ini aku ingin mati Mungkin Besok aku hidup dengan sebuah senyum di sana Di sudut bibir beku ini Ayo kita mati malam ini (Bt jumi, 18 April 2014)

#25

Bagaimana mungkin aku mencintaiMu Sementara cinta pada pandangan pertama tak pernah terjadi Lalu kupun berjalanjalan dibukit Menatap bintang berhamburan dilangit Serasa indah malam ini takkan ingin berakhir Lalu dari ujung bukit itu muncul matahari dengan agak malumalu Sinarnya bertebaran kesudutsudut jiwaku Kupun tak ingin ini berakhir Tapi aku salah Karena tak ada yang abadi di dunia yang fana i ni Lalu aku bertanya sapa gerangan pemilikNya Aku? Kamu? Kalian? Ah, aku bisa bilang kini Aku telah jatuh cinta padaMu Sungguh. Aku cinta saat pertama merasakanNya God, I Love U (#25, 18 April 2014)

Nelangsa

Ketika daun berguguran Hujan sedikit gerimis Jendela dihantam dahan gelisah Aku hanya bisa melihat gerakan pohon Dan ada titiktitik air di jendela Sementara bayangku terpantul di sana "Ini bukan gelisah"kataku Tapi sebuah sesak Karena hanya kabar angin yang semakin kencang di sana Di luar jendela hatiku (Bt acid,"Nelangsa" 18 April 2014)

#24

Tak tahukah kau, bahwa saat sebagian orang menari di padang pasir di malam yang sama bersama bintangbintang Ada sebagian orang layaknya gipsi pengelana mencari dalam hati Juga sebagian orang kan dimabokkan cintaNya dimalammalam pekat Tanpa kita sadari sebagian dari kita masih terlena alunan seruling bambu Mencari peniup ghoib yang senantiasa membuat penasaran pendengarnya karena misteri aneh ini D imanakah kau saat malammalam itu, karena aku tak melihatmu dimanapun kecuali disisiku bersama mimpimimpi Kau tak ingin beranjak dari hangatnya selimut dunia Sementara dunia semakin panas dan sebentar lagi akan meledak Ayolah dinginkan sedikit saja kepala dengan beberapa tetes Maka kau akan mabok sebentar dan dilain waktu dan dilain waktu dan dilain waktu Dan bila kau sudah mengacuhkanku anggap ini kesalahan persepsi, namun teruslah karena aku mulai tidak mengacuhkan dunia Berusaha patah hati Dan mulai mengklaim cintaNya Hanya milik kita sahaja. (#24, 18 April 2014)

#23

Kemana kaki kulangkahkan saat seruling adzanMu menggema Hanya terpantulkan di dentingan udara hampa atau akan menggoyahkan selangkah ke rumahMu Dimana alamatkan jidatku saat waktu bersujud Dikesesatan duniawi yang selalu mengecoh atau pada lantailantai putih rumahMu Mengapa aku selalu mempertanyakan halhal yang sudah dijawab oleh hatiku apakah ini salah satu cara mencari alasan memalingkan wajah dariMu Atau memang aku berpurapura bodoh tidak mengakui bahwa Engkau, yaa Allah sudah sejak lama ada bersamaku Tapi cukup bodoh tuk menerkanya. (#23, 18 April 2014)

#22

Di sudut malam pekat Aku terbangun Membuka mata semua gelap Menjejak\                 \kakipun lumpuh Teriak tak ada suara Aku lelah dan putus asa Telingapun tak mampu menangkap suara Tibatiba tak ada pijakan, aku me la     ya           ng Untuk kedua kalinya Terbangun di malam pekat Di 2/3 malam ku tercekat Kali ini kudekatiNya dengan tahajjud. he                                                                ni              ...

#21

Dalam lelap tidurku, Engkau seharusnya mampu menidurkanku sepanjang hidupku, tapi itu tak Kau lakukan Dalam jalan ku berkendara, Kau mampu saja mencabut nyawaku, tapi itupun tak Kau lakukan Atau sebilah pisau tibatiba melayang menghujam jantungku Ataw bahkan sebuah peluru bersarang tepat di kepala yang selama ini mencariMu, namun semuanya tak Kau lakukan Mungkin belum waktunya, lalu kau beri aku k esempatan hidup buat menemukanMu di suatu tempat di labirin jiwaku Hingga suatu saat nanti, jika aku terpanggil kembali di sisiMu Aku kembali di rumpun bambuMu dengan lagu seruling indah yang biasa ku dengar entah dimana atau kapan aku tak tahu Mungkin saja saat kita masih bersama sebelum Kau tiupkan aku dalam seruling bambu yang tak berlubang ini. Inipun kutulis dalam lagu yang tak biasa Saat aku ingin menemukanMu Namun aku dipenuhi sayap keraguan tentang mereka yang meragukanMu Dalam keraguan itu kucoba menghentakkan dinding di antara kita agar mereka tak buta sertiku namun jug...

#20

Aku digiring rasa tak terelakkan Mulai terjebak pikiranpikiran tak terarah Sebentar lagi tergelincir dalam jurang belaka Dalam gelap meraba dinding buta Dalam ketidaksadaran mencoba menerka jalan yang kini jadi tujuh Dan untuk kesekian kalinya melepaskan semua Tuk sekadar berdiam diri Hanya untuk mendengar nyanyian seruling bambu yang coba Kau mainkan Di sini Dalam rangka ini Dalam penjara Ruh yang aku tersesat dalam labirinnya Dan tak ada satupun di dunia ini memberi jalan dengan cumacuma tanpa jebakan yang memabukkan Lalu rinai merdu nadanada CintaMu mempesonaku Namun sebagaimana aku Suaramu pun menggema Membias hingga tak mampuku maknai Lalu suatu ketika Kau berkata "Teruslah berjalan di jalanKu" Di mataku jalan didepan nampak tujuh rupa Lalu Kau berkata "Liatlah dengan mata hatimu" Akupun hanya meratapi dinding buta Engkau tak hentinya menuntun "Ini hanyalah fatamorgana" Namun jurang itu begitu nyata di ujung kaki Dan ketika ku me...

#19

Jika Rumi mengatakan "Kita hanyalah seruling bambu yang bercerai dari rumpunNya" Maka aku berkata" aku hanyalah sebilah bambu yang tak berlubang" Yang tak berbunyi saat angin melaluinya Yang meski mendengar lagu namun tak mampu menari ke khadiratNya, walau itu nyanyian surgawi Tak mampu memainkan melodi indahNya, meski penciptaNya menulisnya dengan tinta emas Namun jika aku sebilah bambu yang ingin kembali ke rumpunNya, yah itulah aku meski kadang menari dan bernyanyi cuman dalam pikiran melalui selentingan gerakan sahaja agar bisa kembali kerumpun amalannNya. (#19, 17 April 2014)

#18

Mengapa harus takut pada kematian Bukankah itu gerbang keabadian Bercerainya jasad kasar duniawi dengan ruh Mengobati pesakitan Menghentikan derita Meluruskan kesesatan fana Mengapa harus resah pada hari akhir Bukankah itu gerbang bersatunya seruling dengan rumpunnya Berkumpulnya ruh dengan Dzat penciptaNya Berpulangnya yang lama tak kembali ke asalNya Bukan,Bukan... Bukan itu resahku Yang kusesalkan saat nanti pulang aku tersesat tidak mencapai rumahMu yaa Allah Lalu disebut orang pendosa (#18,April 10 2014)

#17

Ada yang aneh dengan tubuh kasar ini Ketika menyebut namaMu Tercekatlah leher ini Saat hadapkan wajah padaMu Dikutuklah hingga tak berbentuk Dan untuk kesekian kali memikirkanMu Terbelah kepala ini Dan secara diamdiam merabaMu di hatiku Itupun saat malam pekat Di saat semua terlelap sihirnya Namun saat tersadar hatiku hilang dari tempatnya (#17, 10 April 2014)

#16

Dlm mimpi Aku keliling mencari CintaMu Padang pasir Turki, oh hanya kerangka sahaja Pesisir Yunani, oh indahnya Kota Vermont, jelasjelas tak mungkin Kau tak di sana Lalu aku terbangun Dan mulai bersujud Yaa kini Kau tepat di hatiku Memberiku kesadaran hidup Untuk terus menemukanMu (#16, 10 April 2014)

#15

Aku mendengar alunan lagu seruling bambu Suaranya merdupilu Ingatan akan kampung halaman serasa nyata Namun tak tergapai Sangat dekat ditelinga namun tak terasa Begitu bergetar didada namun hampa belaka Oo siapakah gerangan Dikau Yang bagai angin surgawi bermain dalam alunan jiwa Yang datang dan pergi menisik alunan indahnya Nadanada merdu itu kini bangkitkan cintaku Kadang resah tak beralasan Jua rindu yang tak terbendung Oo siapakah gerangan Dikau Kurasa Engkau pemilik Cinta dalam merdunya alunan lagu Memanggilku kembali ke rimba CintaNya Namun kita takkan bersama dalam dunia yang berbeda Karena aku hanyalah seruling bambu Yang kan selalu mencari dalam diriku alunan merdu cintaMu Dalam tiaptiap bait sabdaMu (#15, 09 April 2014)

#14

Ya Allah Ku tau aku hanya seekor burung Yang terkurung dalam sangkar nikmat dunia Jangan biarkan terjatuh Tak bisa terbang lepas Tuntunlah sayap kecilku Biarkan menari merengkuh bintang fajar Mengalunkan irama cintaMu Di sana Di tempat dulu ruhku berada Saat kita dulu satu Ku tau ini hanyalah waktu Membatasi kepakkanku Namun jika saatnya tiba Angkatlah ruhku Hingga bisa kembali ke asal Kerajaan cintaMu (#14, 08 April 2014)

#13

Di malam dingin Ku gigil Namun itu kasarku Karena ku tahu Ruhku berusaha memanas Saat wajah batinku Hadapkan padaMu Bibirlidahku berusaha mengingat Hatiku berbisik "AllahhuAkbar" D       a            n... Bila nanti hilang sadar Aku hanya setangkai tulang terbalut daging Tak berarti Tak bermakna Di hadapMu D      a           n... Bila lahir nanti Di malam pekat Di pagi buta Tiupkanlah ruh cintaMu Di hati Juga pikiranku Agar dunia tak pernah berpaling semenitpun tuk' Meniti tiap centi sinarMu (#13, 07 April 2014)

#9

Ketahuilah kecantikan itu bukan di bibir ataw di mata wanita Tapi ia ada dipikiran seorang lelaki Lalu kau sebut kecantikan duniawi Tapi tahukah kamu Ada kecantikan Tuhan yang tersirat Dalam hijabhijab cintaNya Lalu itu kau sebut kecantikan abadimu Kelak engkau akan tampak cantik jika harus dihadapkan padaNya (#9,06 April 2014)

#3

"Seperti apa kau mencintaiku?",katamu sore itu "Seperti matahari pada bumi" ucapku "Lalu Tuhanmu?",sebuah senyum aneh di sana "Seperti aku menarik nafas", lalu kau berjalan menuju Barat tenggelam bersama lembayung dan esoknya kaupun tersenyum di ujung Timur bibirmu (#3, 4 April 2014)