Langsung ke konten utama

#13

Di malam dingin
Ku gigil
Namun itu kasarku
Karena ku tahu
Ruhku berusaha memanas
Saat wajah batinku
Hadapkan padaMu
Bibirlidahku berusaha mengingat
Hatiku berbisik
"AllahhuAkbar"
D
      a
           n...
Bila nanti hilang sadar
Aku hanya setangkai tulang terbalut daging
Tak berarti
Tak bermakna
Di hadapMu
D
     a
          n...
Bila lahir nanti
Di malam pekat
Di pagi buta
Tiupkanlah ruh cintaMu
Di hati
Juga pikiranku
Agar dunia tak pernah berpaling semenitpun tuk'
Meniti tiap centi sinarMu
(#13, 07 April 2014)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

msh yg dl

dan tibalah dpersimpangan antara rindu terkoyak jua mati rasa pdmu bila lampu menghijau pastikan tergilas waktu hilang nyawa djalanmu slamatkan aku dlm arus tak pasti apakah kembalikan waktu atw terhapus dlm sejarah (masih yg dulu, 16 feb 2012)

Kita dan (*)

Kini kita bersantai di bawah biduk bintang Senyummu menunjuk ke langit Sedang aku bersandar di batu beku Anganmu menerawang hingga batas cakrawala Aku masih merabaraba sandaran batu Telunjukmu menarinari di bintang terang Dan aku lagilagi mengeluh sandaran batu ini "Aku ingin terbang ke bintang" katamu saat itu "......" Aku terperanjat segores luka membujur di punggung Akupun heran sampai kini kita masih sj bersantai di bawah biduk bintang Dengan cahaya bintang di matamu serta keluhan malam yang takkan pernah pudar. (Kita dan *, 2 Maret 2014)

Hut brimob

Adakah brimob dhatimu? Saat sgala tugas terhampar-membentang Adakah brimob dhatimu? Saat sgala cacian brurai-bercecer Adakah brimob dhatimu? Dikala darah dan keringat adalah taruhannya Masih adakah brimob dihatimu? Jika nyawa hanyalah hal kecil buat bumi pertiwi Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? YAA SLALU ADA...!!! (Dzikril Hakiim, HUT BRIMOB KE-67, 14 Nov 2012)