Kini kita bersantai di bawah biduk bintang
Senyummu menunjuk ke langit
Sedang aku bersandar di batu beku
Anganmu menerawang hingga batas cakrawala
Aku masih merabaraba sandaran batu
Telunjukmu menarinari di bintang terang
Dan aku lagilagi mengeluh sandaran batu ini
"Aku ingin terbang ke bintang" katamu saat itu
"......" Aku terperanjat segores luka membujur di punggung
Akupun heran sampai kini kita masih sj bersantai di bawah biduk bintang
Dengan cahaya bintang di matamu serta keluhan malam yang takkan pernah pudar.
(Kita dan *, 2 Maret 2014)
Senyummu menunjuk ke langit
Sedang aku bersandar di batu beku
Anganmu menerawang hingga batas cakrawala
Aku masih merabaraba sandaran batu
Telunjukmu menarinari di bintang terang
Dan aku lagilagi mengeluh sandaran batu ini
"Aku ingin terbang ke bintang" katamu saat itu
"......" Aku terperanjat segores luka membujur di punggung
Akupun heran sampai kini kita masih sj bersantai di bawah biduk bintang
Dengan cahaya bintang di matamu serta keluhan malam yang takkan pernah pudar.
(Kita dan *, 2 Maret 2014)
Komentar
Posting Komentar