Langsung ke konten utama

Kita dan (*)

Kini kita bersantai di bawah biduk bintang
Senyummu menunjuk ke langit
Sedang aku bersandar di batu beku
Anganmu menerawang hingga batas cakrawala
Aku masih merabaraba sandaran batu
Telunjukmu menarinari di bintang terang
Dan aku lagilagi mengeluh sandaran batu ini
"Aku ingin terbang ke bintang" katamu saat itu
"......" Aku terperanjat segores luka membujur di punggung
Akupun heran sampai kini kita masih sj bersantai di bawah biduk bintang
Dengan cahaya bintang di matamu serta keluhan malam yang takkan pernah pudar.
(Kita dan *, 2 Maret 2014)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

msh yg dl

dan tibalah dpersimpangan antara rindu terkoyak jua mati rasa pdmu bila lampu menghijau pastikan tergilas waktu hilang nyawa djalanmu slamatkan aku dlm arus tak pasti apakah kembalikan waktu atw terhapus dlm sejarah (masih yg dulu, 16 feb 2012)

Hut brimob

Adakah brimob dhatimu? Saat sgala tugas terhampar-membentang Adakah brimob dhatimu? Saat sgala cacian brurai-bercecer Adakah brimob dhatimu? Dikala darah dan keringat adalah taruhannya Masih adakah brimob dihatimu? Jika nyawa hanyalah hal kecil buat bumi pertiwi Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? YAA SLALU ADA...!!! (Dzikril Hakiim, HUT BRIMOB KE-67, 14 Nov 2012)