Terbangun saat waktu tak lagi disebut malam
Mendung menggulung di langit jendela
Meski terjaga dalam tidur tapi selalu ada deretan air menggantung
Di sana di langit rumah kita
Dan sebentar lagi gerimis dan angin mulai bertamu di teras
Kau seduhkan secangkir teh hangat tanpa gula
Lalu hujan deras pun menjambangi lubanglubang atap kita, hingga merayap di lantai putih
Aku hanya diam mengepel tawa mereka
Secangkir teh panas kini melayang di lantai, kali ini tanpa gula tanpa senyum
Lalu kita hanya berdiam diri menikmati hujan yang selalu mampir di selasela rumah
Mencoba menikmati secangkir teh panas tanpa gula tanpa senyum tanpa katakata....
(Hujan di rumah kita, 04 Maret 2014)
Mendung menggulung di langit jendela
Meski terjaga dalam tidur tapi selalu ada deretan air menggantung
Di sana di langit rumah kita
Dan sebentar lagi gerimis dan angin mulai bertamu di teras
Kau seduhkan secangkir teh hangat tanpa gula
Lalu hujan deras pun menjambangi lubanglubang atap kita, hingga merayap di lantai putih
Aku hanya diam mengepel tawa mereka
Secangkir teh panas kini melayang di lantai, kali ini tanpa gula tanpa senyum
Lalu kita hanya berdiam diri menikmati hujan yang selalu mampir di selasela rumah
Mencoba menikmati secangkir teh panas tanpa gula tanpa senyum tanpa katakata....
(Hujan di rumah kita, 04 Maret 2014)
Komentar
Posting Komentar