Langsung ke konten utama

Orang yang terlupakan

Aku tak ingin jd org yang terlupakan
Hidup-menarik nafas-mati
Meski tak cintai aku lagi
Meski tak terlihat lagi
Meski hilang telan bumi


Aku tak ingin jd org yang terlupakan
Untuk itu tanpa kau sadari, telah kutancapkan mata pena di hatimu
Perlahan ku gores kata perkata kalimat perkalimat
Hingga sebait puisi penuhi pikiranmu
Tentang aku yang kau acuhkan
Sifatku yg tercurigai
Bahkan tindakanku yg melenceng sepersekian derajat dari senyummu


Aku tak ingin jd org yang terlupakan
Hidup-menarik nafas-mati
Lalu kau berlalu membelai udara
Tanpa pandangan sedikitpun
(Orang yg terlupakan, 04 Maret 2014)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

msh yg dl

dan tibalah dpersimpangan antara rindu terkoyak jua mati rasa pdmu bila lampu menghijau pastikan tergilas waktu hilang nyawa djalanmu slamatkan aku dlm arus tak pasti apakah kembalikan waktu atw terhapus dlm sejarah (masih yg dulu, 16 feb 2012)

Kita dan (*)

Kini kita bersantai di bawah biduk bintang Senyummu menunjuk ke langit Sedang aku bersandar di batu beku Anganmu menerawang hingga batas cakrawala Aku masih merabaraba sandaran batu Telunjukmu menarinari di bintang terang Dan aku lagilagi mengeluh sandaran batu ini "Aku ingin terbang ke bintang" katamu saat itu "......" Aku terperanjat segores luka membujur di punggung Akupun heran sampai kini kita masih sj bersantai di bawah biduk bintang Dengan cahaya bintang di matamu serta keluhan malam yang takkan pernah pudar. (Kita dan *, 2 Maret 2014)

Hut brimob

Adakah brimob dhatimu? Saat sgala tugas terhampar-membentang Adakah brimob dhatimu? Saat sgala cacian brurai-bercecer Adakah brimob dhatimu? Dikala darah dan keringat adalah taruhannya Masih adakah brimob dihatimu? Jika nyawa hanyalah hal kecil buat bumi pertiwi Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? YAA SLALU ADA...!!! (Dzikril Hakiim, HUT BRIMOB KE-67, 14 Nov 2012)