Langsung ke konten utama

Sebelum Ku Terlelap

Sebelum kuterlelap di atas bantal merah ini
Kupanjatkan doa padaMu:
Bawahlah jiwa yang gamang ini dalam belai kasihMu
Rebahkan tubuh resah ini di pangkuanMu
Nyanyikanlah kidung syahdu pelipur lara
Hingga nanti selimut kabut cintaMu membangunkan raga ini dengan ciuman embun pagi
Dan hangatnya bibir sang mentari mengumpulkan setiap tenaga dalam setiap aliran darah di urat nadi
Disaat itu kan terjadi ambillah kesadaran ini
Tubuh ini serta jiwa lemah ini
Biarkan ku meringkuk dibelaiMu
Sebagaimana bayi pulas dipangkuan sang bunda.
Amin.
(Sebelum ku terlelap, 2 Maret 2014)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

msh yg dl

dan tibalah dpersimpangan antara rindu terkoyak jua mati rasa pdmu bila lampu menghijau pastikan tergilas waktu hilang nyawa djalanmu slamatkan aku dlm arus tak pasti apakah kembalikan waktu atw terhapus dlm sejarah (masih yg dulu, 16 feb 2012)

Kita dan (*)

Kini kita bersantai di bawah biduk bintang Senyummu menunjuk ke langit Sedang aku bersandar di batu beku Anganmu menerawang hingga batas cakrawala Aku masih merabaraba sandaran batu Telunjukmu menarinari di bintang terang Dan aku lagilagi mengeluh sandaran batu ini "Aku ingin terbang ke bintang" katamu saat itu "......" Aku terperanjat segores luka membujur di punggung Akupun heran sampai kini kita masih sj bersantai di bawah biduk bintang Dengan cahaya bintang di matamu serta keluhan malam yang takkan pernah pudar. (Kita dan *, 2 Maret 2014)

Hut brimob

Adakah brimob dhatimu? Saat sgala tugas terhampar-membentang Adakah brimob dhatimu? Saat sgala cacian brurai-bercecer Adakah brimob dhatimu? Dikala darah dan keringat adalah taruhannya Masih adakah brimob dihatimu? Jika nyawa hanyalah hal kecil buat bumi pertiwi Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? YAA SLALU ADA...!!! (Dzikril Hakiim, HUT BRIMOB KE-67, 14 Nov 2012)