Sebelum kuterlelap di atas bantal merah ini
Kupanjatkan doa padaMu:
Bawahlah jiwa yang gamang ini dalam belai kasihMu
Rebahkan tubuh resah ini di pangkuanMu
Nyanyikanlah kidung syahdu pelipur lara
Hingga nanti selimut kabut cintaMu membangunkan raga ini dengan ciuman embun pagi
Dan hangatnya bibir sang mentari mengumpulkan setiap tenaga dalam setiap aliran darah di urat nadi
Disaat itu kan terjadi ambillah kesadaran ini
Tubuh ini serta jiwa lemah ini
Biarkan ku meringkuk dibelaiMu
Sebagaimana bayi pulas dipangkuan sang bunda.
Amin.
(Sebelum ku terlelap, 2 Maret 2014)
Kupanjatkan doa padaMu:
Bawahlah jiwa yang gamang ini dalam belai kasihMu
Rebahkan tubuh resah ini di pangkuanMu
Nyanyikanlah kidung syahdu pelipur lara
Hingga nanti selimut kabut cintaMu membangunkan raga ini dengan ciuman embun pagi
Dan hangatnya bibir sang mentari mengumpulkan setiap tenaga dalam setiap aliran darah di urat nadi
Disaat itu kan terjadi ambillah kesadaran ini
Tubuh ini serta jiwa lemah ini
Biarkan ku meringkuk dibelaiMu
Sebagaimana bayi pulas dipangkuan sang bunda.
Amin.
(Sebelum ku terlelap, 2 Maret 2014)
Komentar
Posting Komentar