Jika Rumi mengatakan "Kita hanyalah seruling bambu yang bercerai dari rumpunNya"
Maka aku berkata" aku hanyalah sebilah bambu yang tak berlubang"
Yang tak berbunyi saat angin melaluinya
Yang meski mendengar lagu namun tak mampu menari ke khadiratNya, walau itu nyanyian surgawi
Tak mampu memainkan melodi indahNya, meski penciptaNya menulisnya dengan tinta emas
Namun jika aku sebilah bambu yang ingin kembali ke rumpunNya, yah itulah aku meski kadang menari dan bernyanyi cuman dalam pikiran melalui selentingan gerakan sahaja agar bisa kembali kerumpun amalannNya.
(#19, 17 April 2014)
Maka aku berkata" aku hanyalah sebilah bambu yang tak berlubang"
Yang tak berbunyi saat angin melaluinya
Yang meski mendengar lagu namun tak mampu menari ke khadiratNya, walau itu nyanyian surgawi
Tak mampu memainkan melodi indahNya, meski penciptaNya menulisnya dengan tinta emas
Namun jika aku sebilah bambu yang ingin kembali ke rumpunNya, yah itulah aku meski kadang menari dan bernyanyi cuman dalam pikiran melalui selentingan gerakan sahaja agar bisa kembali kerumpun amalannNya.
(#19, 17 April 2014)
Komentar
Posting Komentar