Langsung ke konten utama

Darah Penyesalan

Kali ini aku salah

Kemarin dan kemarinnyapun aku salah

Kesalahan bagai bilah bambu yang terlempar di ujung lidah dan kembali menembus tulang dada

Ketidakmampuanku menafsirkan detik demi detik viktorinox dipikiranku kini jadi bumerang yg siap membuka segala mata pisau lipat itu

Aku tersungkur menghantam kenyataan-kesalahan ini dgn dada menohok serta kepala terseret di jalan berdebu

Seketika aku berada diceruk bumi terhimpit sesak penyesalan

Mata panah yg telah terlanjur kuluncurkan tibatiba berbelok arah menembusi kepala kanan ke kiri

Hingga tatapan mata kosong dgn segala darah dosa muncrat dari berbagai lubang

Debu dan darah menyatu-menggumpal di mulut yang kini tak lagi bernyawa akan alasanalasan subyektif

Tersisa hanya kekosongan-kehampaan belaka.
(Darah Penyesalan, 04 Maret 2014)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

msh yg dl

dan tibalah dpersimpangan antara rindu terkoyak jua mati rasa pdmu bila lampu menghijau pastikan tergilas waktu hilang nyawa djalanmu slamatkan aku dlm arus tak pasti apakah kembalikan waktu atw terhapus dlm sejarah (masih yg dulu, 16 feb 2012)

Kita dan (*)

Kini kita bersantai di bawah biduk bintang Senyummu menunjuk ke langit Sedang aku bersandar di batu beku Anganmu menerawang hingga batas cakrawala Aku masih merabaraba sandaran batu Telunjukmu menarinari di bintang terang Dan aku lagilagi mengeluh sandaran batu ini "Aku ingin terbang ke bintang" katamu saat itu "......" Aku terperanjat segores luka membujur di punggung Akupun heran sampai kini kita masih sj bersantai di bawah biduk bintang Dengan cahaya bintang di matamu serta keluhan malam yang takkan pernah pudar. (Kita dan *, 2 Maret 2014)

Hut brimob

Adakah brimob dhatimu? Saat sgala tugas terhampar-membentang Adakah brimob dhatimu? Saat sgala cacian brurai-bercecer Adakah brimob dhatimu? Dikala darah dan keringat adalah taruhannya Masih adakah brimob dihatimu? Jika nyawa hanyalah hal kecil buat bumi pertiwi Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? YAA SLALU ADA...!!! (Dzikril Hakiim, HUT BRIMOB KE-67, 14 Nov 2012)