Langsung ke konten utama

Pak De'

Di pendopo sepi nan asri
Sebuah cangkir diangkat setinggi bibir
Bau khas kopi menguap di langitlangit cokelat
Menyebar dalam udara masa silam
Parekos Jengkol lingkar indah menutupi rambutnya
Kumis tipis hangat di balik senyumnya
Dgn santai menerawang halaman pagi di tahun 1942
Baju hitam lengan panjangnya berkibar untuk kesekian kalinya saat mengangkat cangkir putih itu
Sedang jati jepara sederhan
a membungkuk manja di depannya
Gumpalan uap kopi membawa pikirannya Gerilya di Pracimantoro
Susuri jalanjalan kecil diantara desa
Susuri jalan setapak di punggungpunggung gunung
Menuruni lembah yang dalam diselasela hutan belantara
Angannya terus bergerilya sembari mengucapkan selamat tinggal Yogya
Kami yang pergi
Meninggalkan jejak perlawanan
Kan datang padamu
Dengan selaksa makna kemerdekaan
Meski nanti hilang dalam bukubuku sejarah
Kami kan sll ada
Bergerilya dalam angan
Walau sekejap dlm kepulan kopi pagi


(Pak De, 08 Maret 2014)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

msh yg dl

dan tibalah dpersimpangan antara rindu terkoyak jua mati rasa pdmu bila lampu menghijau pastikan tergilas waktu hilang nyawa djalanmu slamatkan aku dlm arus tak pasti apakah kembalikan waktu atw terhapus dlm sejarah (masih yg dulu, 16 feb 2012)

Kita dan (*)

Kini kita bersantai di bawah biduk bintang Senyummu menunjuk ke langit Sedang aku bersandar di batu beku Anganmu menerawang hingga batas cakrawala Aku masih merabaraba sandaran batu Telunjukmu menarinari di bintang terang Dan aku lagilagi mengeluh sandaran batu ini "Aku ingin terbang ke bintang" katamu saat itu "......" Aku terperanjat segores luka membujur di punggung Akupun heran sampai kini kita masih sj bersantai di bawah biduk bintang Dengan cahaya bintang di matamu serta keluhan malam yang takkan pernah pudar. (Kita dan *, 2 Maret 2014)

Hut brimob

Adakah brimob dhatimu? Saat sgala tugas terhampar-membentang Adakah brimob dhatimu? Saat sgala cacian brurai-bercecer Adakah brimob dhatimu? Dikala darah dan keringat adalah taruhannya Masih adakah brimob dihatimu? Jika nyawa hanyalah hal kecil buat bumi pertiwi Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? YAA SLALU ADA...!!! (Dzikril Hakiim, HUT BRIMOB KE-67, 14 Nov 2012)