Masih malam yang sama kemarin
Hanya saja skr lebih bisa nerima
Luka di dada dan hati kini jelma dedaun kering
Biarkan saja daun itu terobangambing oleh resah
Krn sebentar hujan bulan Maret menumbuhkan pucuk di pohon hati
Tinggalkan legamnya warna daunkan merayap di lipatan tanah
Kau diam saja menatap tanpa peduli
Sementara pucukpucuk mulai mereksmi
Kau hanya diam menatap cokelatnya tanah
Hingga nanti pucuk berkembang lalu menguning terpapah matahari
Harihari berlalu....
Apakah kau masih menatap sementara sehelai daun kan jatuh menimpanya
Bukan karna angin tapi matahari kemarau yang tak mudah kau tantang karna silaunya
(Sehelai daun, 3 Maret 2014)
Hanya saja skr lebih bisa nerima
Luka di dada dan hati kini jelma dedaun kering
Biarkan saja daun itu terobangambing oleh resah
Krn sebentar hujan bulan Maret menumbuhkan pucuk di pohon hati
Tinggalkan legamnya warna daunkan merayap di lipatan tanah
Kau diam saja menatap tanpa peduli
Sementara pucukpucuk mulai mereksmi
Kau hanya diam menatap cokelatnya tanah
Hingga nanti pucuk berkembang lalu menguning terpapah matahari
Harihari berlalu....
Apakah kau masih menatap sementara sehelai daun kan jatuh menimpanya
Bukan karna angin tapi matahari kemarau yang tak mudah kau tantang karna silaunya
(Sehelai daun, 3 Maret 2014)

Komentar
Posting Komentar