Malam ini kita hanya saling memandang.
Sedang Ir. Soekarno mengikatkan cakanti yana utama dgn hati-hati.
Kotak TV pun hanya Tukul melolong lucu.
Dan kau si nyamuk kecil berhentilah terbahak di bajuku yg hitam.
Karena malam ini, gelap dan dingin menginginkan pertempuran.
Kita liat ;
Apakah mataku yang kalah dan malam akhirnya menang ataw
Apakah telingaku yg kalah dan dingin bersiul gembira.
Entahlah, jangkrikpun hanya triak histeris dari balik palem di bawah tiang bendera
Dan buku mutasi inipun tak sabar diinjak oleh ujung pulpen.
(Tiba-tiba bel berdentang 12x)
Kini..waktunya dimulai!
Kamu tentukan pemenangnya, saat embun pertama jatuh pada rumput di pagi berkabut
Saat itu bendera kemenangan terpancang erat di tiang tertinggi Mako sat Brimob Polda Sultra.
(Malam Pertempuran, 27 Februari 2014)
Sedang Ir. Soekarno mengikatkan cakanti yana utama dgn hati-hati.
Kotak TV pun hanya Tukul melolong lucu.
Dan kau si nyamuk kecil berhentilah terbahak di bajuku yg hitam.
Karena malam ini, gelap dan dingin menginginkan pertempuran.
Kita liat ;
Apakah mataku yang kalah dan malam akhirnya menang ataw
Apakah telingaku yg kalah dan dingin bersiul gembira.
Entahlah, jangkrikpun hanya triak histeris dari balik palem di bawah tiang bendera
Dan buku mutasi inipun tak sabar diinjak oleh ujung pulpen.
(Tiba-tiba bel berdentang 12x)
Kini..waktunya dimulai!
Kamu tentukan pemenangnya, saat embun pertama jatuh pada rumput di pagi berkabut
Saat itu bendera kemenangan terpancang erat di tiang tertinggi Mako sat Brimob Polda Sultra.
(Malam Pertempuran, 27 Februari 2014)
Komentar
Posting Komentar