Pagi ini aku terbangun
Ketergesahan meringkuk di sisiku
Jamjam berlari pagi
Tiap detik membawaku di jalanjalan sibuk hariku
Tikungan keraguan serta persimpangan kekecewaan
Hingga aku tiba pada sebuah titik kesadaran
Hidupku hanya sebentar
Nafasku perlu dicharge
Otok, daging serta tulangku perlu formalin agar tetap utuh
Tiap detik adalah hal berharga tuk dihargai
....
Saat ini kulewati bundaran ketidakpastian namun tugu emas itu membuatku tersenyum
Begitu pula jalan sempit menuju kantor
Semakin dekat ke tempat kerja buatku semakin tersenyum
Bukan karna aku pasra dan semakin lemah
Tapi hari ini mgk hari terakhir hidupku
Jadi mengapa harus bersedih
Nikmatilah tiket terakhir hidupmu dengan sebaikbaiknya meski itu hanya senyum sahaja.
(Renungan Pagi,28 Februari 2014)
Ketergesahan meringkuk di sisiku
Jamjam berlari pagi
Tiap detik membawaku di jalanjalan sibuk hariku
Tikungan keraguan serta persimpangan kekecewaan
Hingga aku tiba pada sebuah titik kesadaran
Hidupku hanya sebentar
Nafasku perlu dicharge
Otok, daging serta tulangku perlu formalin agar tetap utuh
Tiap detik adalah hal berharga tuk dihargai
....
Saat ini kulewati bundaran ketidakpastian namun tugu emas itu membuatku tersenyum
Begitu pula jalan sempit menuju kantor
Semakin dekat ke tempat kerja buatku semakin tersenyum
Bukan karna aku pasra dan semakin lemah
Tapi hari ini mgk hari terakhir hidupku
Jadi mengapa harus bersedih
Nikmatilah tiket terakhir hidupmu dengan sebaikbaiknya meski itu hanya senyum sahaja.
(Renungan Pagi,28 Februari 2014)
Komentar
Posting Komentar