Langsung ke konten utama

Renungan Pagi

Pagi ini aku terbangun
Ketergesahan meringkuk di sisiku
Jamjam berlari pagi
Tiap detik membawaku di jalanjalan sibuk hariku
Tikungan keraguan serta persimpangan kekecewaan
Hingga aku tiba pada sebuah titik kesadaran
Hidupku hanya sebentar
Nafasku perlu dicharge
Otok, daging serta tulangku perlu formalin agar tetap utuh
Tiap detik adalah hal berharga tuk dihargai
....
Saat ini kulewati bundaran ketidakpastian namun tugu emas itu membuatku tersenyum
Begitu pula jalan sempit menuju kantor
Semakin dekat ke tempat kerja buatku semakin tersenyum
Bukan karna aku pasra dan semakin lemah
Tapi hari ini mgk hari terakhir hidupku
Jadi mengapa harus bersedih
Nikmatilah tiket terakhir hidupmu dengan sebaikbaiknya meski itu hanya senyum sahaja.
(Renungan Pagi,28 Februari 2014)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

msh yg dl

dan tibalah dpersimpangan antara rindu terkoyak jua mati rasa pdmu bila lampu menghijau pastikan tergilas waktu hilang nyawa djalanmu slamatkan aku dlm arus tak pasti apakah kembalikan waktu atw terhapus dlm sejarah (masih yg dulu, 16 feb 2012)

Kita dan (*)

Kini kita bersantai di bawah biduk bintang Senyummu menunjuk ke langit Sedang aku bersandar di batu beku Anganmu menerawang hingga batas cakrawala Aku masih merabaraba sandaran batu Telunjukmu menarinari di bintang terang Dan aku lagilagi mengeluh sandaran batu ini "Aku ingin terbang ke bintang" katamu saat itu "......" Aku terperanjat segores luka membujur di punggung Akupun heran sampai kini kita masih sj bersantai di bawah biduk bintang Dengan cahaya bintang di matamu serta keluhan malam yang takkan pernah pudar. (Kita dan *, 2 Maret 2014)

Hut brimob

Adakah brimob dhatimu? Saat sgala tugas terhampar-membentang Adakah brimob dhatimu? Saat sgala cacian brurai-bercecer Adakah brimob dhatimu? Dikala darah dan keringat adalah taruhannya Masih adakah brimob dihatimu? Jika nyawa hanyalah hal kecil buat bumi pertiwi Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? YAA SLALU ADA...!!! (Dzikril Hakiim, HUT BRIMOB KE-67, 14 Nov 2012)