Langsung ke konten utama

Gelisah (jiwa petualang)

Bagi jiwa gelisah
Rindu akan kedamaian jalan panjang
Hari ini kita tuntaskan
Segenap daya dan rasa
Pada Dia Yang Maha Berpetualang
Bagi jiwa berontak
Kembali meniti jejak kaki yang dulu lama pergi
Kini menantang balik pada wajah kita yang tertidur
Bagi rasa yang tak mungkin terpuaskan
Datang bagai angin sepoi meniup semangat jua belum padam
Mendorong badan maju ke depan ke harapan panjang dan meletihkan
Namun itu yang kita nanti, kita susuri jejaknya
Hingga apa yang tercari ditemukan pada gunung-gunung terjal, sungai yang tak berujung, hutan penuh sesat, laut yang tak kunjung berubah, bahkan hati yang tak terukur puasnya
Bagi jiwa dahaga segeralah berkemas pada gelas-gelas bergegas
Agar kenyang cinta pada bumi yang sejak dulu kita pijak
Agar sadar diri kita bukan apa-apa dibawah terik tatapanNya
Kita hanyalah inai-inai bertebaran
Menunggu kiamat hari ini dengan kaki dan tangan yang berpijak pada bumi seraya beribadah pada Dia Yang Maha Tinggi
Bergegas, berkemas, semangatlah karena hari yang kita nanti kini telah tiba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

msh yg dl

dan tibalah dpersimpangan antara rindu terkoyak jua mati rasa pdmu bila lampu menghijau pastikan tergilas waktu hilang nyawa djalanmu slamatkan aku dlm arus tak pasti apakah kembalikan waktu atw terhapus dlm sejarah (masih yg dulu, 16 feb 2012)

Kita dan (*)

Kini kita bersantai di bawah biduk bintang Senyummu menunjuk ke langit Sedang aku bersandar di batu beku Anganmu menerawang hingga batas cakrawala Aku masih merabaraba sandaran batu Telunjukmu menarinari di bintang terang Dan aku lagilagi mengeluh sandaran batu ini "Aku ingin terbang ke bintang" katamu saat itu "......" Aku terperanjat segores luka membujur di punggung Akupun heran sampai kini kita masih sj bersantai di bawah biduk bintang Dengan cahaya bintang di matamu serta keluhan malam yang takkan pernah pudar. (Kita dan *, 2 Maret 2014)

Hut brimob

Adakah brimob dhatimu? Saat sgala tugas terhampar-membentang Adakah brimob dhatimu? Saat sgala cacian brurai-bercecer Adakah brimob dhatimu? Dikala darah dan keringat adalah taruhannya Masih adakah brimob dihatimu? Jika nyawa hanyalah hal kecil buat bumi pertiwi Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? YAA SLALU ADA...!!! (Dzikril Hakiim, HUT BRIMOB KE-67, 14 Nov 2012)