Langsung ke konten utama

MENCUCI CUKUP DENGAN SATU JARI

MENCUCI CUKUP DENGAN SATU JARI

   Akhir pekan adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh semua orang. Baik tua, muda, kaya miskin, cantik bahkan yang berwajah sederhana sekalipun. Misalnya di hari sabtu atau minggu kadang mereka mengusung semboyan "Hari Mencuci Nasional (baca: HMN)", namun setelah anda membaca tulisan ini, hal itu menjadi suatu hal yang tabu jika anda masih berpikir seperti itu.

   Hari libur akan menjadi hari libur tanpa embel-embel HMN, tanpa disibukkan tentang sabun pewangi atau cara menakar sesuai petunjuk di balik kemasan, tebal tipisnya pakaian, cucian luntur vs pakaian putih dan sebagainya dan sebagainya. Tinggalkan cara lama dan beralih ke cara ini. Cara jitu yang semua orang bisa gunakan. Orang dewasa hingga anak kecil sekalipun.

   Mungkin dalam benak anda berkata, "ini TIDAK mungkin!" Tapi saya sudah menggunakannya beberapa kali dan terbukti berhasil.
  
   Ingat, ini tidak menggunakan alat tertentu hanya menggunakan satu jari anda dan segala masalah cuci-mencuci menjadi sangat mudah. Sangat disarankan bagi ibu rumah tangga yang super sibuk, wanita bekerja, bahkan bagi anda yang hidup sendiri yang tak ingin dibilang jomblo, namun "Meriang", merindukan kasih sayang. Atau mungkin tak ingin dikatakan Jones (baca: Jomblo Ngenes), namun sering memasang status "Gegana", Gelisah Galau Merana.

   Sudah, lupakan semua masalah yang melilit. Dan segera melakukan cara yang satu ini. Tidak perlu merogoh kantong anda yang memang hanya berisi koin lima ratusan dan kulit permen karet. Ini gratis tis tis tiiss. Anda semakin tidak percaya, karena menurut anda tidak ada yang gratis di dunia ini.

   "Kencing aja bayar!" Itu 'kan yang ada di kepala anda?

   Saya hanya bisa tersenyum, karena itu memang benar. Mengingat cerita penjaga toilet umum yang marah-marah karena pelanggannya yang BAB tidak mau membayar sesuai aturan pembayaran.

Daftar harga :
#Air kecil Rp. 1.000,-
#BAB      Rp. 4.000,-

    Si pelanggan hanya mau membayar Rp. 4.000,-, namun si penjaga minta tambahan seribu rupiah dengan alasan yang bisa dipastikan, si pelanggan buang "Air Kecil" sekalian. Wow.

   Tidak usah Anda ikut tersenyum dengan cerita di atas karena itu lelucon yang sudah basi. Tapi fokuslah pada penemuan saya yang satu ini. Hanya menggunakan satu jari saja. Ingat satu jari yang anda sukai dari bagian tubuh anda dan semua masalah mencuci anda terselesaikan.

   Tapi ingat sebelum anda menggunakan jari ajaib anda untuk mencuci. Ingat selalu mantera ini. Pakai mantera? Kenapa tidak. Inilah trik yang membuat segalanya menjadi kenyataan. Sihir yang ampuh sekalipun pasti tak akan berfungsi jika tidak mengucapkan mantera.

   Satu perhatian lagi dan ini sungguh super penting, ucapkan dengan sungguh-sungguh, penuh keyakinan.

  Tarik napas dan tekankan pada pikiran anda ini harus berhasil dan ucapkan dengan tanpa ragu-ragu, "Dek, kakak minta tolong, cuciin baju kakak ya," kemudian salah satu jari anda menyentuh cokelat batang atau cemilan kegemaran adik, teman atau bahkan tetangga anda.

   Nah, mudah kan? Mumpung orang-orang disekitar anda masih bersantai di pagi yang cerah, segera lakukan trik baru ini. Selamat mencoba.#Tmt

Ibnu Nafisah
Kendari, 20 Februari 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#15

Aku mendengar alunan lagu seruling bambu Suaranya merdupilu Ingatan akan kampung halaman serasa nyata Namun tak tergapai Sangat dekat ditelinga namun tak terasa Begitu bergetar didada namun hampa belaka Oo siapakah gerangan Dikau Yang bagai angin surgawi bermain dalam alunan jiwa Yang datang dan pergi menisik alunan indahnya Nadanada merdu itu kini bangkitkan cintaku Kadang resah tak beralasan Jua rindu yang tak terbendung Oo siapakah gerangan Dikau Kurasa Engkau pemilik Cinta dalam merdunya alunan lagu Memanggilku kembali ke rimba CintaNya Namun kita takkan bersama dalam dunia yang berbeda Karena aku hanyalah seruling bambu Yang kan selalu mencari dalam diriku alunan merdu cintaMu Dalam tiaptiap bait sabdaMu (#15, 09 April 2014)

#19

Jika Rumi mengatakan "Kita hanyalah seruling bambu yang bercerai dari rumpunNya" Maka aku berkata" aku hanyalah sebilah bambu yang tak berlubang" Yang tak berbunyi saat angin melaluinya Yang meski mendengar lagu namun tak mampu menari ke khadiratNya, walau itu nyanyian surgawi Tak mampu memainkan melodi indahNya, meski penciptaNya menulisnya dengan tinta emas Namun jika aku sebilah bambu yang ingin kembali ke rumpunNya, yah itulah aku meski kadang menari dan bernyanyi cuman dalam pikiran melalui selentingan gerakan sahaja agar bisa kembali kerumpun amalannNya. (#19, 17 April 2014)

Kebersihan Sebagian Dari Iman?

Hari lebaran telah tiba, semua bersuka cita menyambutnya. Ketika matahari belum benar-benar naik di langit ketika itu umat muslim memadati daerah yang telah ditentukan untuk melaksanakan shalat ied. Jalan-jalan lenggang, hanya dipadati pejalan kaki dan sesekali mobil dan motor pribadi. Saf-Saf dibuat ditempat tertentu, di sekitar mesjid, tanah lapang bahkan Jalan-jalan protokol yang dikhususkan sebagai tempat salat. Saf-Saf tersebut seketika saja merubah wajah jalan atau tanah lapang menjadi garis garis sejajar menghadap mimbar dadakan yang tiba-tiba berdiri secara ajaib sudah ada sejak malam atau subuh hari di hari yang fitri ini. Kaki-kaki penuh kebahagiaan pun berjalan menuju Saf-Saf yang bermimbar ajaib, mengisi deretan panjang yang telah disediakan. Ketika mentari mulai bersinar terang salat pun berlalu di akhiri khotbah dari para pengkhotbah yang entah berapa lembar kertas yang telah disediakan guna mengisi acara sesi terakhir dari salat ied tersebut. Dan matahari yang mula...