Langsung ke konten utama

KISAH CINTAKU DI KPPN II

Kisah Cintaku di KPPN
(Bag. II : mungkin disini akan dibahas hal di atas. Hehe.)

Petugas KPPN pada dasarnya ramah dan baik hati bahkan bisa jadi teman curhat yang mengasyikkan sekaligus baik untuk pendamping hidup eh, pendamping dalam pekerjaan. Membantu satker yang terlampau galau karena aplikasi hilang atau memang buta aplikasi. Jika anda bermasalah dalam pekerjaan datanglah di KPPN segala masalah akan teratasi tanpa masalah. Seharusnya begitu, tapi terkadang masalah jadi rumit jika datang 'apesnya'. Ketika kontrak sudah terlambat dan terjadi kesalahan ketika itu pula aplikasi rewel dan lupa 'membackup' data. Sudah pasti satker tersebut akan super duper sibuk.

Hal itu pernah saya alami ketika rumah kami kecurian, segala hape dan laptop hilang tanpa pernah kembali. Sialnya laptop itu adalah laptop kantor yang berisi semua aplikasi. Aplikasi lain tidak masalah, sekali install bisa kembali, tapi aplikasi SAS harus memakai backup data dan 'backuppun' di flashdisk yang tidak bisa terbaca karena virus. Ini kayak jatuh tertimpa tangga pula. Alhasil semua SPM yang telah disp2d harus diinput ulang secara manual. Sedihnya seperti menonton film Korea, ketika sang kekasih pindah ke lain hati lalu dengan wajah lugunya berjalan bergandengan di depan mata. Hiks.

Di saat yang sama ketika itu kisah cintaku pun kandas bak perahu yang terdampar di pulau antah berantah. Mungkin menangis pun air mata takkan lagi keluar karena kering oleh masalah yang datang bagai badai yang bergulung. Entah karena pekerjaan yang lagi 'apes' atau hati yang lagi galau. Tapi memang betul jika anda punya masalah datanglah di KPPN, masalah apapun pasti beres. Aplikasi yang hilang berkat arahan pak Ardinal di ruang CSO yang tak pernah lelah mengarahkan akhirnya aplikasi tahun itu terselamatkan dengan sukses.
Lalu masalah hati yang terkoyak pun mulai berangsur reda berkat Ibu Sri yang kadangkala memberikan semangat ketika mengoreksi SPM yang sedang dikonversi. Tak ada masalah yang tak dapat diselesaikan. Semuanya tuntas tanpa masalah.

Untuk satker lain mungkin KPPN merupakan kantor atau lembaga biasa, tapi menurut saya KPPN merupakan rumah sakit bagi segala masalah baik pekerjaan kantor maupun pribadi. Kita dapat menemukan sosok kakak yang penuh perhatian, sosok ibu yang memberikan dukungan bahkan sosok teman buat bercanda disela-sela kosong menunggu antrian panjang bahkan lagi sepi sekalipun. Bahkan seharian di KPPN tidak jadi masalah buat operator SPM seperti saya. Hingga ada pameo kalau ke KPPN itu bukan buat kerja tapi cuma jalan-jalan menghabiskan waktu luang sambil menghibur hati yang lelah karena seharian bekerja di kantor. Ini asli 'lebay' dan tentunya itu dari saya. Hehe.

Menjadi operator SPM memang penuh suka duka namun hal itu hanya sebagai pemanis ketika di suatu hari libur yang lenggang dan tak ada hari berkantor seperti biasanya maka segalanya menjadi kerinduan tersendiri.

Tentunya masalah percintaan kadang melanda mereka yang masih berjiwa muda dan yang ingin selalu muda. Untuk masalah satu ini 'no commen' biar mereka yang menikmati sendiri (aku mah ga', hehe...), biar jadi bunga yang indah pada waktunya. Hmmm.

Segitu aja? Masalah percintaannya mana?
Mungkin lain kali. Hehe.
Merdeka!

Kembali, teras rumah, 17 Agustus 2019
Kardano MR Satker Brimob (646765)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#15

Aku mendengar alunan lagu seruling bambu Suaranya merdupilu Ingatan akan kampung halaman serasa nyata Namun tak tergapai Sangat dekat ditelinga namun tak terasa Begitu bergetar didada namun hampa belaka Oo siapakah gerangan Dikau Yang bagai angin surgawi bermain dalam alunan jiwa Yang datang dan pergi menisik alunan indahnya Nadanada merdu itu kini bangkitkan cintaku Kadang resah tak beralasan Jua rindu yang tak terbendung Oo siapakah gerangan Dikau Kurasa Engkau pemilik Cinta dalam merdunya alunan lagu Memanggilku kembali ke rimba CintaNya Namun kita takkan bersama dalam dunia yang berbeda Karena aku hanyalah seruling bambu Yang kan selalu mencari dalam diriku alunan merdu cintaMu Dalam tiaptiap bait sabdaMu (#15, 09 April 2014)

#19

Jika Rumi mengatakan "Kita hanyalah seruling bambu yang bercerai dari rumpunNya" Maka aku berkata" aku hanyalah sebilah bambu yang tak berlubang" Yang tak berbunyi saat angin melaluinya Yang meski mendengar lagu namun tak mampu menari ke khadiratNya, walau itu nyanyian surgawi Tak mampu memainkan melodi indahNya, meski penciptaNya menulisnya dengan tinta emas Namun jika aku sebilah bambu yang ingin kembali ke rumpunNya, yah itulah aku meski kadang menari dan bernyanyi cuman dalam pikiran melalui selentingan gerakan sahaja agar bisa kembali kerumpun amalannNya. (#19, 17 April 2014)

Kebersihan Sebagian Dari Iman?

Hari lebaran telah tiba, semua bersuka cita menyambutnya. Ketika matahari belum benar-benar naik di langit ketika itu umat muslim memadati daerah yang telah ditentukan untuk melaksanakan shalat ied. Jalan-jalan lenggang, hanya dipadati pejalan kaki dan sesekali mobil dan motor pribadi. Saf-Saf dibuat ditempat tertentu, di sekitar mesjid, tanah lapang bahkan Jalan-jalan protokol yang dikhususkan sebagai tempat salat. Saf-Saf tersebut seketika saja merubah wajah jalan atau tanah lapang menjadi garis garis sejajar menghadap mimbar dadakan yang tiba-tiba berdiri secara ajaib sudah ada sejak malam atau subuh hari di hari yang fitri ini. Kaki-kaki penuh kebahagiaan pun berjalan menuju Saf-Saf yang bermimbar ajaib, mengisi deretan panjang yang telah disediakan. Ketika mentari mulai bersinar terang salat pun berlalu di akhiri khotbah dari para pengkhotbah yang entah berapa lembar kertas yang telah disediakan guna mengisi acara sesi terakhir dari salat ied tersebut. Dan matahari yang mula...