Langsung ke konten utama

#day1

#day1

Apa yang harus kulakukan untuk mengubah dunia agar lebih baik?

Saya adalah seorang dewasa berumur tiga puluh lima tahun. Menjadi dewasa tidaklah gampang.

Menjadi dewasa berarti berada dalam penjara nyata yang tak pernah di sadari oleh orang dewasa itu sendiri. Bayangkan saja harus berpura-pura sepanjang hidupnya. Tertawa, menangis, bertingkah laku bahkan untuk berbuat sebuah kebaikan harus melakukan suatu kebodohan terlebih dahulu.

Dan jika ditanya apa yang harus kulakukan untuk mengubah dunia menjadi lebih baik? Tentu saja saya ingin menjadi anak-anak berumur lima tahun yang baru mengenal dunia. Menjadi polos, tanpa prasangka, menganggap segalanya baik, tiada batasan dan persepsi yang akan membuat hidup semakin sempit dan sumpek. Apa yang akan kulakukan adalah menjunjung kejujuran dan keluguan sebagai suatu hal yang baik.

Hidup sepenuhnya adalah bermain dan bermain. Peliknya hidup tak pernah terasa meski itu berada di depan hidung mereka.

Melihat dunia dari mata anak-anak merupakan suatu hal yang mengasyikkan tiada ketakutan atau bahkan tiada keraguan.

Kemana ia, anak-anak yang berumur lima tahun itu kini. Ah, ia sedang tertidur. Lihatlah wajahnya sangat polos. Meski mimpi buruk selalu menghantui malam panjangnya. Apakah itu pertanda masa depannya? Aku tak tahu. Mungkin masa kanak-kanak itu adalah masa yang paling  terbaik dalam hidup ini.

Jika Anda ingin mengalaminya kembali segeralah menjadikan kejujuran dan kepolosan suatu yang baik. Meski mimpi buruk selalu menjadi nyata karenanya.

Ibnu Nafisah
Kendari, 25 Juli 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

msh yg dl

dan tibalah dpersimpangan antara rindu terkoyak jua mati rasa pdmu bila lampu menghijau pastikan tergilas waktu hilang nyawa djalanmu slamatkan aku dlm arus tak pasti apakah kembalikan waktu atw terhapus dlm sejarah (masih yg dulu, 16 feb 2012)

Kita dan (*)

Kini kita bersantai di bawah biduk bintang Senyummu menunjuk ke langit Sedang aku bersandar di batu beku Anganmu menerawang hingga batas cakrawala Aku masih merabaraba sandaran batu Telunjukmu menarinari di bintang terang Dan aku lagilagi mengeluh sandaran batu ini "Aku ingin terbang ke bintang" katamu saat itu "......" Aku terperanjat segores luka membujur di punggung Akupun heran sampai kini kita masih sj bersantai di bawah biduk bintang Dengan cahaya bintang di matamu serta keluhan malam yang takkan pernah pudar. (Kita dan *, 2 Maret 2014)

Hut brimob

Adakah brimob dhatimu? Saat sgala tugas terhampar-membentang Adakah brimob dhatimu? Saat sgala cacian brurai-bercecer Adakah brimob dhatimu? Dikala darah dan keringat adalah taruhannya Masih adakah brimob dihatimu? Jika nyawa hanyalah hal kecil buat bumi pertiwi Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? Adakah brimob dhatimu? YAA SLALU ADA...!!! (Dzikril Hakiim, HUT BRIMOB KE-67, 14 Nov 2012)